Friday, 28 May 2010

Holiday Is Coming To Town!

Haihaihaihaihai!!!

It's been like a zillion years ago since i wrote on this so-called room. So, these last 3 months was so messed up. A real messed up, i tell you. I was a slave of study, i mean, i was forced to study. i even have no time to breath! (ini lebay). it was a real blip.
But,then, it's holiday coming to town! I've got 3 months free on my hand, 3 months for God's sake!!! i'm so happy to the bones! Even i couldn't feel relieve at all cause i'm worried to death of my final exam result. No, no, no, it's not only final exam result! it's my whole term hardwork's result! (shit! everytime i think about those bloody exam results, my hands got chill all of a sudden).

Anyway, though i'm pretty concern about my scores, i don't really like to waste any second of my day to think about that. So, to spend this holiday season, i've got so many things to do, so many plans to run. Cause i haven't got any part-time job or internship yet, I'm ready with lots of novels (most of them are Chicklit, and a few of serious books. only a few.), lots of DVDs (most of them are Korean drama), and a few of activities such as work my body out (wish it could really work!), learn to play guitar (it's like my plan from a century ago actually! haha), learn to cook, and learn Korean language. I also have a wish to join some of the quiz show on telly with my friends (i'd really love to participate in Super Deal 2 Milyar quiz.haha). And while it's holiday, i'll try to write more on this blog :D

That's it for this time.
Oh iyaa, this is my new love, Chun Jung Myung! He recently take a leading role on a drama called 'Cinderella's Sister' which is a very gooood drama. Isn't he lovely?? I can't get enough to his adorable smile. say hi to him! ;)

























XOXO,

Saturday, 8 May 2010

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

Wow, my room of escapism becomes very dusty now! i don't know but these past few months, i'm not really into write-thingy things. Kecuali nulis paper-paper tugas sampah yaa.. T_T

Well, i'm still not in the mood of write actually and now i'm only copying a very good poetry here. Puisi ini puisinya Taufik Ismail. ceritanya puisi ini jadi bahan ajar kuliah Penganbtar Filsafat dan Pemikiran Modern saya minggu lalu and i like it a lot! Silakan dibaca dan diresapi maknanya. Mudah-mudahan bisa dijadikan renungan dan pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik lagi... ;D

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

I

Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini

II

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.

III

Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sanga
t-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,

Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.

IV

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.

TAUFIK ISMAIL - 1998















Have a nice Sunday y'all! ^-^

XOXO,