Showing posts with label 100% Indonesia. Show all posts
Showing posts with label 100% Indonesia. Show all posts

Wednesday, 16 April 2014

Antara Pemilu dan Seperempat Abad

Seminggu yang lalu, tepatnya 9 April, adalah hari pemilihan umum legislative di Indonesia. 33 provinsi (masih 33 ngga ya?) serentak merayakan apa yang sudah lumrah disebut sebagai pesta demokrasi. Hampir sebulan sebelum hari ini, semua caleg berlomba menampakkan wajahnya, lambang partainya dan slogan-slogan nan ajaibnya.


Tahun ini kali ke-dua sejak saya dapat hak suara di pesta demokrasi. Namun, seperti biasa, pemilu legislatif tidak pernah membuat saya terlalu excited, bahkan harus diakui saya cenderung datar dan apatis. Yang membuat saya senang paling paling cuma hari libur dadakan dan itu artinya bisa tidur seharian atau main sama teman-teman.


Seperti pagi tanggal 9 April, hari saya dimulai dengan dumelan karena orangtua saya memaksa saya bangun pagi dan bersiap pergi ke TPS untuk voting. I didn’t really feel like going! Tapi ayah saya bersikeras kalau anak-anaknya ngga boleh golput tahun ini, dan sebagai anak yang berbakti saya pun nurut dan segera bersiap menuju tempat pemungutan suara *sigh*


Jadi ceritanya ada cerita lucu soal pemilu tahun ini yang datangnya dari ayah saya. Tagline utama ayah tahun ini adalah ‘Say No to Golput’. Padahal sih, tahun-tahun sebelumnya ayah ngga terlalu peduli dengan pilihan anak-anaknya, entah mau pilih siapa, partai apa, pokoknya suka-suka. Tapi tahun ini lain cerita. Ternyata setelah ditilik lagi, ketauan kalau ada misi  tertentu yang ayah saya emban tahun ini.


Sebagai ‘Primas’ alias Pria Masjid, ayah saya di hari tua setelah pensiunnya ini menjadi super duper relijius. Ayah rajin ikut pengajian, majlis ta’lim dan hampir ngga pernah absen sholat berjama’ah di masjid. Pemikirannya juga jadi sangat agamis, padahal dulu ayah saya cenderung dinamis kalau sudah menyangkut ideologi dan pemikiran. Alhamdulillah sih ngga sampe yang ekstrim atau gimana ya, tapi pokoknya ayah jadi agak berubah.


Saya sih ngga akan bilang berubah jadi lebih relijius dan agamisnya ayah saya atau siapapun itu adalah sesuatu yang tidak baik. Nope. Justru malah sangat baik, kan toh di hari tua memang saatnya lah lebih mendekatkan diri ke sang pencipta. Namun sayangnya, konsekuensi dari pergaulan yang baru ini buat ayah saya malah jadi menyempitkan pandangannya.


Semarak anti golput ayah tahun ini cenderung dilatarbelakangi oleh issue yang beredar di masyarakat sekarang, yaitu, say no to non-moslem leaders. Maraknya pesan singkat dan broadcast message akan hal ini terus terang bikin saya gerah. Orang Islam (pakai bawa-bawa nama organisasi you-know-what) terang-terangan berseru agar jangan golput dan pilihlah pemimpin yang beragama Islam. Intinya, mereka bilang ada upaya menjadikan Indonesia sebagai Negara yang menyimpang dari ajaran agama Islam, terutama jika Anda pilih si nganu dari partai anu, atau si itu dari partai tertentu.


What the hell?


Saya pikir di tahun 2014 ini sudah tidak selayaknya hal-hal kayak gini dipermasalahkan. Tapi yang bikin kecewa adalah, sedangkal itu makna anti golput yang diserukan di pesan-pesan berantai di atas. Berarti kan mereka tidak peduli bagaimana attitude atau track record pemimpin yang mereka pilih asalkan seiman. Saya muslim dan saya toh tahu persis kalau most of corruptor di Negara ini malah seiman dengan saya. Gimana tuh?


Ayah saya bilang pemikiran-pemikiran yang terlalu demokratis kayak saya gini ujungnya yang akan bikin Negara ini jadi sekuler. Terlalu liberal. Akhirnya malah gap antara kehidupan bernegara dan agama jadi jauh dan Negara akan makin kacau secara fundamental. Saya sendiri sih tidak terlalu memusingkan masalah sekulerisme. Menurut saya hidup di Indonesia dengan corak agama dan budaya yang kental akan otomatis memisahkan urusan agama dan hidup bernegara, tanpa harus disistematisasikan dengan titel sekulerisme. Toh urusan agama juga tidak bisa dicampur adukkan dengan budaya. Salah salah malah dicap syirik dan menyimpang kan, seperti beberapa upacara adat yang masih eksis sampai sekarang. Tanpa diminta pun agama sudah jadi hal yang baku di Indonesia. Dari organisasi terkecil keluarga kita sudah punya agama, tinggal masing-masing dari kita lah yang memilih untuk mengamalkannya atau tidak, tanpa meninggalkan peran serta keluarga dan lingkungan.


Sumpah kalau lagi begini otak saya langsung bercabang banyak. Stop di sini ya urusan negaranya, daripada kepanjangan hehe..


Anyway, beberapa hari yang lalu saya pun tepat menginjak usia seperempat abad. Lucu juga betapa usia ke-25 ini diawali dengan pemikiran njelimet soal Negara. Am I growing up, finally? I hope so J
Beberapa hal yang pasti, catatan personal saya, saya bersyukur dikasih kesempatan untuk ‘mencicipi’ bidang lain dalam pekerjaan. Hopefully the outcome would be good, both intellectually and financially for me. Saya bersyukur juga masih dikasih otak yang sebegitu keriputnya sampai segala perintilan pun sanggup saya pikirin. My 25 will be great, and I believe it J



Ciao!

xoxo,


Wednesday, 14 March 2012

Talkshow "Kho Ping Hoo: Sang Master Cerita Silat Legendaris Indonesia"

Program Studi Cina Universitas Indonesia dengan bangga mempersembahkan:




Apa saja acaranya? Ayo coba ditengok dulu konten acara kami..



Salah satu acara inti kami yaitu Talkshow Sinologi dengan judul
"Kho Ping Hoo: Sang Master Cerita Silat Legendaris Indonesia"


Siapa yang ngga kenal Kho Ping Hoo? Beliaulah otak di balik kejayaan cerita-cerita silat (cersil) di Indonesia di tahun 1950-an dan terus hingga 30 tahun selanjutnya. Di talkshow ini kita akan kilas balik sejarah Kho Ping Hoo dan cersil-cersil kebanggaannya yang melegenda sampai pengaruhnya pada dunia kesusastraan Indonesia. Nostalgia sekaligus mengenang dan mengapresiasi karya master cersil yang satu ini.

Pembicara-pembicaranya dijamin sangat mumpuni di bidangnya masing-masing. Mereka adalah:

1. Andi Wijaya (Founder Komunitas Komik Indonesia)
2. Anton Soeharyo (PT. Langit Harapan, develoer aplikasi e-book KPH for IPad)
3. Sudjiwo Tedjo (Budayawan, Sastrawan, Penikmat cersil KPH)

Moderator: Saras Dewi (Dosen Program Studi Filsafat UI, Musisi, Seniman)

FYI, Talkshow ini free alias gratis!


Ditunggu kehadirannya ya di acara Sinofest XI kita :DD




Tuesday, 17 August 2010

65 Tahun..

Another "birthday" of our beloved Indonesia.
Dengan susah payah dan dengan segala "penyakit-penyakit" di dalam tubuhnya, Indonesia bisa juga mencapai usia 65 tahun. Hari kemerdekaan tahun ini kebetulan juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1431 H. Makanya tidak ada yang hingar bingar dari perayaan 17-an kali ini, setidaknya tidak di sekitar kediaman saya.

Suasana hari kemerdekaan yang lebih syahdu ini (ditambah hujan yang lumayan lebat) mungkin bisa digunakan untuk introspeksi diri.

Ya, introspeksi diri lagi lagi dan lagi..

Sudahkah kita, sebagai anak bangsa, melakukan sesuatu yang berarti buat negeri ini?

Terus terang rasanya belum ada hal yang berarti yang pernah saya lakukan buat negeri ini. Tapi saya bisa pastikan saya ga akan melakukan hal yang merugikan negeri ini.


Saya tidak akan korupsi uang rakyat.


Saya tidak akan bikin rekaman video porno.


Saya tidak akan berubah jadi terroris.


Saya tidak akan bikin oplosan minuman atau makanan yang bisa menyakiti saudara setanah air saya.


Saya tidak akan mengganggu saudara saya yang berbeda keyakinan untuk beribadah.


Saya tidak akan berbuat anarkis dan merusak.


Kalau saya jadi Presiden saya tidak akan nyuekin rakyat saya yang kesusahan.


Dan lain sebagainya..



xoxo,

Thursday, 22 July 2010

My Thought Over Few Things

Maaf maaf maaf! cuma itu yg bs saya ucapkan karena sudah benar malas nulis disini.. entah deh yaa, liburan kali ini benar the most lazy days buat saya. Kalo kata Morrisey "Everyday is Like Sunday", yeaah that's what i felt too Morrisey..

Jadi jadi, mumpung sekarang ada mood (yang saya kumpulin dg susah payah) saya kepingin sharing dikit disini. sedikit dari pemikiran saya yang cakrawala pengetahuannya ga luas-luas amat ini.. enjoy it if you could!


Kopi Luwak. Haram? Halal?

Yak! satu lagi minuman yang dicap 'meragukan' oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ga pernah sedikitpun loh di benak saya kalo ada juga kopi yang bisa dikategorikan sebagai haram. Secara yaa, we all know kopi berasal dari tumbuh-tumbuhan yang which is, semua muslim juga tau ga ada tumbuh-tumbuhan yang haram (kecuali yang beracun, iya ga sih?hehe). Jadi issue ini cukup menghentak perhatian masyarakat. Yak lelucon apalagi ini??

Sebelum issue ini merebak, kebetulan saya udah denger segelintir kabar soal ini. Ayah teman saya kebetulan semacam senior di MUI. Bukan orang MUI tp posisinya sudah sebagai ulama senior di Indonesia jd sering dipanggil rapat oleh MUI untuk mengambil keputusan-keputusan haram halal dll. Ya beliau sempat cerita ke saya alasan kopi luwak menjadi meragukan.

Jadi ginih, kopi luwak itu memang berasal dari biji kopi biasa, bedanya biji kopi itu kemudian dikonsumsi Luwak (binatang sejenis musang). Nah, biji kopi itu kemudian terproses entah dengan zat apa di dalam perut luwak tsb, kemudian biji kopi itu dikeluarin luwak yah seperti halnya makhluk hidup mengeluarkan kotoran. Voila! jadilah biji kopi luwak yang precious itu.
Sumpah saya sendiri baru tau kalo biji kopi yang mahalnya selangit itu keluarnya barengan sama poop luwak.. Eoooohhh, so what's so precious, then?? saya juga belum browsing -browsing lagi cari tau apa yg bisa bikin kopi luwak enak banget (ngebayangin cara keluarnya sih jd ga enak lg kayaknya) dan mahal banget. Pasti ada semacam zat-zat yang tercampur dan bersenyawa di dalam perut luwak sehingga menghasilkan campuran kimia unik dan tiada taranya (apa sih???).

Namun, setelah beberapa hari MUI bilang kalo kopi luwak haram, tiba-tiba MUI merubah keputusannya. They said kopi luwak halal dengan catatan sudah disucikan. Untuk beberapa kalangan, mereka menilai kopi luwak ga perlu disucikan karena terilndung sama kulit nya yang keras banget. Jadi walaupun berjam-jam di dalam perut si Luwak, biji kopi ga bakal kecampur sama enzim-enzim kotorannya. yah wallahualam sih yaa..

what do you think fellas?? yang jelas kalo kamu muslim dan demen sama kopi luwak jangan takut-takutlah mau minum apa yang kamu yakini halal. Tho yang nentuin haram halal kan Allah SWT, bukan MUI ya kan??

haha, saya jd inget satu scene di film Alangkah Lucunya Negeri Ini. Ada ibu-ibu doyan banget ngisi TTS, suatu hari ada pertanyaan "Siapa yang menentukan haram halalnya sesuatu?". Karena dia bingung lantas dia tanya suaminya. Sontak suaminya bilang "MUI". Si istri nyanggah soalnya kotak jawabannya cuma ada 5. Si suami langsung ngubah jawabannya sm "Allah" dan yak emang itu jawabannya. haha, what a smart way to express your thought, huh?


(si Luwak yg mendadak terkenal)

Uang Baru (Lagi)

Genap setahun setelah bank Indonesia ngeluarin pecahan Rp. 2000,00, kali ini BI ngeluarin uang baru pecahan Rp. 10.000,00 dan Rp. 1000,00 logam. Entah kenapa tiap ada uang pecahan atau cetakan baru, orang Indonesia siapapun itu gencar banget pengen punya uang tsb sesegera mungkin. Padahal sih beberapa minggu lagi tiap orang juga bakalan punya tuh uang.

Saya jadi inget masa-masa magang di BTN tahun lalu. Pas uang Rp. 2000,00 keluar saya sempat heboh dan mumpung lg magang di bank, saya bareng teman-teman magang yg lain dengan suka cita nukerin uang-uang kami sm uang terbaru itu. Emang bangga gitu ya rasanya pas punya. Trus setelah saya nuker sebagian besar duit saya pake pecahan dua rebong itu saya dengan berat hati terpaksa ngebelanjain uang-uang itu. Pertama pas lagi naik angkot. Pulang dr kantor pas mau bayar angkot saya ngeluarin uang baru itu dg jumawa, niatnya sih mau siap-siap buat bayar. Eh orang sebelah saya noticed itu uang baru. Langsung aja dong, sambil cengengesan dia minta tuker duit saya sm seribuan 2 punya dia. Saya jd geli sendiri, segitunya yah! haha.
Yang jelas memang hal-hal baru itu punya keasyikan tersendiri..




Pornography

Emmmm, sebenernya sih pengen nanggepin. Tapi begitu nulis judulnya ko jd males yah??? hahaha, next time lah yaw!


Oreo Bluberry Ice Cream Flavor

It's my current favorite. Damn it' so gooood! dingin-dingin gimanaaa gitu..haha. Karena aktivitas liburan saya sebagian besar terdiri dari marathon DVD jadi saya perlu makanan buat di cemal-cemil dan yah seringnya oreo yg ini yg nemenin saya. Gendut gendut deh lo syaaaa!!! abis gimana donk enyaakkk!


(gimme a parcel of those and i'll love you forever!)


We Got Married Season 2

Selain marathon DVD, saya juga sering kali terdampar di Korea land. Youtube jd teman saya sehari-hari buat update variety-variety show Korea yg lucu-lucu. Ada sesuatu yang menarik dari variety-variety show Korea ini. Beneran bagus dan fresh dan ga di buat-buat kayak, emmm, di sini.. sorry to say yah, menurut saya variety shows di Indonesia banyak yg fake.

Nah salah satu yg jadi favorite saya akhir-akhir ini adalah We Got Married Season 2. Acara ini fokusnya sih cuma seleb-seleb Korea yg secara random dijodohin gitu terus dipasangin sebagai suami istri all of a sudden. Ga tau kenapa saya seneng aja ngeliat yg sweet-sweet gimana gituu secara kan yah kehidupan percintaan saya lagi kering kerontang gini.

Simak penjelasan dari Wikipedia:
We Got Married (우리 결혼했어요) is a popular South Korean variet show, one segment of the Sunday Sunday Night program. First broadcasted in 2008, the show pairs up Korean celebrities to show what life would be like if they were married. Each week, couples are assigned missions to complete, with candid interviews of the participants to reveal their thoughts and feelings.

di season 2 ini ada 3 couple yg 'married' yakni:
  • Jo Kwon (2AM) & Ga In (Brown Eyed Girls)
  • Yonghwa (CNBlue) & Seohyun (SNSD)
  • Nichkhun (2PM) & Victoria (f(x))
Saya cuma ngikutin dua couple terakhir soalnya entah kenapa saya ga tertarik sama si Jo Kwon itu, ngondek gimanaaa gitu.
Here's my favorite couples yang saya ikutin tiap minggu perjalanannya:


(Seohyun - Yonghwa & Victoria - Nichkhun, aren't they cute??)


Those two hubbies are my latest obsession, hehe.. cute! how could I stand it?? Tuhanku, kirimin satu donk yang kayak mereka..pleaseee..


So much interesting things or issues surrounding me, so little words to describe them.. Later guys! Ciao!

xoxo,

Saturday, 8 May 2010

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

Wow, my room of escapism becomes very dusty now! i don't know but these past few months, i'm not really into write-thingy things. Kecuali nulis paper-paper tugas sampah yaa.. T_T

Well, i'm still not in the mood of write actually and now i'm only copying a very good poetry here. Puisi ini puisinya Taufik Ismail. ceritanya puisi ini jadi bahan ajar kuliah Penganbtar Filsafat dan Pemikiran Modern saya minggu lalu and i like it a lot! Silakan dibaca dan diresapi maknanya. Mudah-mudahan bisa dijadikan renungan dan pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik lagi... ;D

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

I

Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini

II

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.

III

Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sanga
t-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,

Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.

IV

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.

TAUFIK ISMAIL - 1998















Have a nice Sunday y'all! ^-^

XOXO,

Thursday, 14 January 2010

Lagu Cinta

Track favorite saya dari sebuah band lokal di kampus namanya Sasina which is kepanjangan dari Sastra Indonesia (memang dibentuk dari ikatan mahasiswa Sastra Indonesia FIB UI). Band ini ngebawain lagu-lagu yang digubah dari puisi jadinya ya semacam musikalisasi puisi gitu seperti musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono yang pernah saya tulis sebelumnya disini.


Lagu Cinta


Kukatakan sekali lagi
Bahwa aku mencintaimu
Maka pukullah aku jika kau tak suka

Hari-hari yang kulampaui
Hanya berbatas dinding dan malam
Sepi memintal leher
dan mencekik penantian bulan
Aku mencintaimu

Langit dan bumi inilah saksinya
Dan lemparlah jika kau tak suka
Karena aku pun tak sengaja
Mencintaimu...
Mencintaimu...
Mencintaimu...


Isn't that romantic?? Don't you just love poetry musicalization like this? it's so soothing and relaxing..

Beberapa hari ini saya lagi keinget Mr.M terus, ngebaca-baca tulisan saya tentang dia, buka-buka account pribadinya, terus nyanyi-nyanyi lagu ini sendiri karena, well, lagu ini semacam perasaan saya ke dia.


Karena aku pun tak sengaja mencintaimu.. (Yeah, read that Mr. M!)


I know... it's pathetic. It is some kind of ill, i guess. :((

Lagunya Sasina yang Lagu Cinta ini ngga bisa diunduh darimana pun. Cuma tersebar di kalangan terbatas. Tapi ada beberapa lagu mereka yang juga bagus (bangettt) bisa di dengar di account myspace mereka.



XOXO,

Monday, 11 January 2010

What The Hell, Indonesia?!

Akhir-akhir ini semakin banyak hal yang membingungkan di negara kita ini. Terlalu banyak hal tidak penting yang dipentingkan dan lebih banyak lagi hal yang tidak sepele malah disepelekan.

Contoh yang paling baru aja yaa, tentang masalah pengadaan mobil dinas seharga 1,3 Milyar buat para pejabat kita yang terhormat.


WTF banget ga sih????

Emang para menteri itu kerjanya apa sih sampe udah diganjar sama mobil super mewah? baru juga bertugas beberapa bulan dan belum keliatan hasilnya. Terus terang saya kecewa banget sama hal ini, disaat para rakyatnya masih banyak yang kelaparan, susah sekolah, susah semuanya, eh para pimpinannya malah ber-mewah-mewah dengan mobil baru yang super duper mahal.

Seorang menteri berkata bahwa mobil senilai Rp 1,3 milyar itu tidak mewah. “Toh itu merupakan simbol negara dan uangnya juga ada kan?”, begitu katanya. Oh my! rasanya mau saya lempar genteng ke muka menteri itu!

Alangkah lebih terpujinya kalau uang 132 Milyar (total buat beli mobil-mobil itu) dibuat untuk dana BOS yang lebih besar, mempercepat proses rehabilitasi di daerah-daerah yang kemarin kena musibah, atau menyelamatkan para anak yang menderita busung lapar di seluruh pelosok Indonesia. Atau mungkin seharusnya uang sebesar itu bisa lebih dari cukup untuk menyelesaikan konflik adat di Papua sana.

Atau untuk membina atlet-atlet kebanggaan bangsa supaya bisa lebih berprestasi. Cukup lah saya kecewa sama pencapaian Indonesia di SEAGames kemaren yang merosot drastis. Yang lebih mengecewakan apalagi kemarin waktu Timnas Indonesia gagal masuk kualifikasi Piala Asia. Kalahnya dari Oman pun bukan kalah yang terhormat tapi kalah yang benar-benar memalukan menurut saya. Di kandang sendiri pula! Hadeeuuhhh..

Seriously. Lebih baik pemerintah kita ngurusin masalah-masalah yang jauh lebih penting seperti yang saya sebut di atas itu.

Dan ini berita yang baru aja masuk hari ini. Fresh from the jail. Yaitu tentang Sel mewah Artalyta Suryani, inget kan? terdakwa korupsi kasus BLBI. Setelah beberapa bulan menghuni hotel prodeo ternyata baru ketauan sang terdakwa bener-bener seperti tinggal di hotel! Sel (atau lebih tepat disebut kamar) si Artalyta ini dilengkapi AC, spring bed, LCD TV lengkap dengan alat karaoke, alat-alat gym, dan masih banyak lagi. Ini dia bukti nyatanya (foto diambil dari www.detiknews.com)





Cuma di Indonesia ya yang bisa kayak gini. Entah musti bangga atau jijik.

Untuk kasus yang terakhir ini jelas bukan kasus yang terlalu penting tapi tetap penting untuk diluruskan. Ga mau donk tikus yang makan duit rakyat hidupnya masih enak aja.

XOXO,

Sunday, 18 October 2009

Indonesia's Next Top Minister

2 hari terakhir ini ada pemandangan dan berita baru yang selalu bisa kita apdet dari media massa. Bukan lagi tragedi gempa (bahkan gempa 6,4 SR hari jumat kalah beritanya sama ini), bukan lagi juga tentang nasib KPK. Tapi tentang audisi Menteri. Yup, you hear me right! Audisi.

Ternyata bukan cuma Indonesian Idol atau KDI atau America's Next Top Model yang perlu audisi. Menteri juga donk!

Iya ga, bapak-bapak gagah yang berbaju merah??

Lucu juga ngeliat para politikus, baik nama lama atau nama baru, rame-rame datang ke Puri Cikeas (lama-lama bisa nyaingin cendana nih!) buat diaudisi sama pak presiden dan wakilnya. Semua calon menteri datang satu persatu ke Cikeas dan semua disorot dengan intensitas yang sama layaknya lagi ada di red carpet. Semua tampak antusias mengikuti serangkaian tes meliputi wawancara, tes kesehatan dan kejiwaan.

Well, apapun itu namanya; mau fit and proper test Kabinet Indonesia Bersatu II kek, Audisi Menteri kek, Cikeas Idol kek, Indonesia's Next Top Minister kek; semuanya bisa berjalan dengan lancar dan semoga ini memang jalan mencari orang-orang terpilih dan potensial yang nantinya kalau sudah jadi menteri bisa mengemban tugas sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya, searif-arifnya. Itu kan tujuannya pak SBY?


GALERI POTO:


(Suryadharma Ali, pede masuk final!)


(Mari Elka juga pede! di sebelahnya Andi Malarangeng lebih pede lagi, sayang ga ada potonya..)





(2 foto dari sesi tes kesehatan, masih banyak sih yang lain tp sumpah males aplod nyaa!!haha)

milkysmile

XOXO,





ps: Indonesia's Next Top Minister terinspirasi dari Fauzan Ibrahim via twitter.

Friday, 2 October 2009

I Love Batik, You Love Batik, We Love Batik!

Sebelumnya, saya mau mengajak semua orang yang mampir atau nyasar ke blog ini untuk menundukkan kepala sejenak, mendoakan saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa di Sumatera Barat. My deepest condolences to them all. Semoga Tuhan menunjukkan jalan-Nya yang terbaik dan semoga semua yang kehilangan dapat diberikan ketabahan. AMIEN. We here are always be with you all, my sisters and brothers.. *sigh..*

N
ow, let's begin..

A
s You Know Folks, today, October 2nd 2009 is Batik Day. Akhirnya Batik kita telah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang datang asli dari tanah kita sendiri. So, maap-maap buat negara lain yang ngefans sama Batik. You can wear it but you can't have it! Batik is ours till this world stop spinning..


Many Kinds of Batik's Patterns. So rich and gorgeus.



Mr. President and Bill Gates wore Batik when Mr.Gates himself visited Indonesia on May, 9th 2008


Australia Prime Minister, Kevin Rudd, Happily showed his Batik to Mr. President Susilo Bambang Yudhoyono


Nelson Mandela yang memang fans nomor satu Batik (tapi tidak pernah mengklaim Batik milik Afrika Selatan, cause he's smart enough to appreciate what belong to others!)

I found it on google (off course lah). Such a cool pack of ciggarettes!



Solo Batik Carnival 2009


Batik has made my day. Eventhough there was a heavy rain at the end of the day, I still could smiling when I look people in everywhere wear Batik. Indonesia today is a BIG catwalk for Batik.


My class' photo wearing Batik. Thanks to Vava and Ima for being the executor! hihihi..


Happy Batik Day Everyone!!

milkysmile

XOXO,