Showing posts with label Movies. Show all posts
Showing posts with label Movies. Show all posts

Tuesday, 7 January 2014

Movie Review: About Time




We're all travelling
through time together
every day of our lives.
All we can do is do our best
to relish this remarkable ride.
[About Time - 2013]



Hell, Richard Curtis did it again!


The king of rom-coms director is back. Buat yang suka sama film rom-com (Me? LOVIN IT!) pasti sudah sangat familiar dengan karya-karya si kakek romantis ini. Love Actually, Notting Hill, Bridget Jones Diaries, Four Funerals and Weddings? You've gotta be kidding me if you don't recognize him from those movies.

Kali ini mata saya langsung jatuh cinta oleh pemandangan apik nan romantis Vault beach, Inggris sebagai salah satu setting di film ini. Alkisah, keluarga Lake tinggal di rumah di tepi pantai di mana mereka hidup dengan sangat nyaman, damai dan harmonis. Everything looks perfect (way till the end, in fact. Ooops spoiler alert!)

Tiba-tiba, di hari ulang tahunnya yang ke-21, Tim (Domhnall Gleeson) si sulung mendapat kejutan dari sang ayah. Bukan sulap bukan sihir, semua lelaki di keluarga Lake ternyata punya kemampuan untuk travel back in time alias jalan-jalan ke masa lalu.

Sounds familiar? sampai sini saya mulai berpikir, jangan-jangan film ini semacam jiplakan dari "The Time Traveler's Wife" yang mengusung tema science dan romance jadi satu. Kebetulan juga both of the movies have the same heroine, Ms. Rachel McAdams herself. Tapi dari awal film ini tidak ada kesan serius sama sekali, atau mungkin karena efek si kakek eksentrik Bill Nighy yang jadi Mr. Lake senior ya?

Lanjut cerita, Tim lantas menganggap ayahnya sudah gila. Namun, karena didesak, ia akhirnya mencoba apa yang diinstruksikan ayahnya agar bisa jalan-jalan ke masa lalu. Dan yaa benar aja loh, si Tim balik ke malam sebelumnya saat ada pesta tahun baru di rumahnya. 

Tim yang shock mulai bertanya-tanya untuk apa sebenarnya kemampuan itu. Sang ayah dengan bijak dan sedikit konyol mengingatkan Tim untuk senantiasa hati-hati dengan gift nya tersebut. Banyak lelaki di keluarga besarnya yang hidupnya berantakan atau bahkan kewarasannya terganggu akibat serampangan jalan-jalan ke masa lalu. Dasar Tim yang memang aslinya lugu dan sedikit naif, dia bilang ke ayahnya kalau dia hanya ingin menggunakan kekuatannya untuk mencari cinta. Cheesy? Hmmm, super!

His first try adalah mencoba merubah keadaan di masa lalu agar cinta pertama-nya mau menerima cintanya. Sayang, bahkan merubah masa lalu pun tidak bisa membuat seseorang lantas jatuh cinta kepadamu. Mungkin itu pesan pertama yang saya tangkap di film ini. 

Singkatnya, Tim pindah ke London untuk mengejar karir sebagai pengacara muda. Seperti yang sudah bisa diduga, there he found love and he messed it up by helping a friend in need, same old.. same old... 
Adalah seseorang yang lugu, manis, agak quirky bernama Mary (Rachel McAdams) yang menjadi wanita idaman Tim kali ini. Dari pertemuan pertamanya yang manis, sampai proses Tim menemukan kembali Mary karena keteledorannya yang membuat Mary sempat tidak eksis di kehidupannya, manjadi krisis pertama dari Tim's time-travelling experience.

The rest of the movies, mata saya seperti digelayuti mimpi tak berkesudahan tentang manisnya pasangan Tim dan Mary. Saat mereka memutuskan tinggal bersama, saat Tim melamar Mary, Mary yang diterima dengan sangat baik oleh keluarga Lake, hari pernikahan mereka yang lucu sampai saat putri pertama mereka lahir. Welcome to the love-tale ala Richard Curtis. Pokoknya semua berjalan rapih dan menyenangkan buat Mary dan Tim.

Konflik yang mulai serius ditunjukkan oleh beberapa kejadian yang membuat Tim sadar kalau kemampuan time-travelling nya memiliki keterbatasan. Pada akhirnya Tim harus dihadapkan pada kenyataan bahwa ia pun tidak bisa memilih untuk menyelamatkan ayahnya yang didiagnosa kanker stadium akhir. Karena hidup bukanlah berbalik ke belakang namun terus melangkah ke depan

Jujur film ini jauh sekali dari kata sempurna. Banyak adegan yang janggal dari time-travelling issue nya dan plot yang terlalu dipaksa dipercepat, seperti saat Tim diberitahu masalah kemampuan khususnya. Beberapa karakter yang harusnya menonjol juga malah kecil porsinya. Karakter adik Tim yang hippie-perky-quirky, Kit-kat (Lydia Wilson), kurang diasah lebih dalam padahal sangat berpotensi untuk memunculkan konflik yang lebih menarik.


Alur juga terasa sangat santai. All is about the lovey dovey of love and life. Saya sih lumayan enjoy cause I'm a big lover of this genre, tapi buat sebagian orang mungkin akan terasa jengah dan membosankan.

Namun tetap saja, king Richard Curtis selalu memberikan 'sesuatu' di akhir filmnya. 'Sesuatu' yang membuat kita merenungi hidup pada akhirnya. Hubungan Tim dan sang ayah benar-benar bikin saya nangis dayak. Satu yang pasti, setelah nonton film ini, saya jadi lebih mensyukuri hidup dan tentunya jadi lebih sayang keluarga. Totally recommended movie, over all!


"The truth is, I now don't travel back at all. Not even for the day.
I just try to live every day as if I've deliberately come back to this one day, to enjoy it as if it was the full final day of my extraordinary, ordinary life." - Tim Lake




Director: Richard Curtis
Writer: Richard Curtis
Starring: Domhnall Gleeson, Rachel McAdams, Bill Nighy, Lydia Wilson, Tom Hollander, Margot Robbie, Vanessa Kirby
Release Date: Nov. 1, 2013


xoxo,




Monday, 22 April 2013

Come Here...

One of my favorite scenes of all time. Taken from the year of 1995 from the movie "Before Sunrise". The song's called "Come Here", sung by American old singer Kath Bloom. The lyric is so beautiful that it could put you in a few minutes of total silence. Also, the exchanging glance between Jesse and Celine, it's a definete concept of admiration (or love?) without words.


 


There's wind that blows in from the north.
And it says that loving takes this course.
Come here. Come here.
No I'm not impossible to touch I have never wanted you so much.
Come here. Come here.
Have I never laid down by your side.
Baby, let's forget about this pride.
Come here. Come here.
Well I'm in no hurry. Don't have to run away this time.
I know you're timid.
But it's gonna be all right this time..




*absolute silence*








Sunday, 21 October 2012

What is Love?

So, my friend posted this picture on twitter and it simply touches me. Right here *nunjuk ke hati*




So giving love and being loved back is not a hard thing to do. Matter of fact, it seems like the most natural and the easiest thing human can do, though sometimes we forget to put our mind into it. This Emma K., age 6, somehow reminded me of it. :DD



"Love is everywhere. Often it's not particularly dignified or newsworthy, but it's always there. If you look for it, I've got a sneaky feeling you'll find that love actually is all around". (Love Actually - 2003)



Xoxo,


Raisya

Friday, 25 June 2010

Chun Jungmyung Sickness

Yes, he's the one that keeps blocking my writing mood. For nearly a month, all i've been doing was just watching him. Watching him in his dramas, some videos of him in youtube, downloading A LOT of his photos, searching any news of him, even downloading his favorite songs! Ha! I know, it's the symptom that we called craziness...

This man is really a treasure. haha lebay! but seriously i'm hypnotized so much by his smile. I love his eyes, his stubble, his sideburns (a lot!!!), his broad shoulder,his lower lip, his big hands...

I simply love everything about this man. Even if he has any bad temper or bad habit, i don't mind at all! haha. I'm soooo crazy about this man.. Uooooohh Jungmyung oppa, saranghaeyoo! marry me oppa! *o*

Check out his biodata and filmography down here -->

* Name: 천정명 / Chun Jung Myung (Cheon Jeong Myeong)
* Profession: Actor and model
* Birthdate: 1980-Nov-29
* Height: 182cm
* Weight: 71kg
* Star sign: Sagittarius
* Blood type: AB

TV Series

* Cinderella's Sister (KBS2, 2010)
* What's Up Fox? (MBC, 2006)
* Goodbye Solo (KBS2, 2006)
* Fashion 70's (SBS, 2005)
* Beijing My Love (KBS2, 2004)
* Honest Living (SBS, 2002)
* Third Coincidence (MBC, 2001)
* School 2 (KBS1, 1999)

Movies

* Hansel and Gretel (2007)
* Great Enemy (2006)
* The Aggressives (2005)
* R U Ready? (2002)

Awards

* The 42nd Baeksang Awards Best New Actor TV
* The 6th Pusan International Film Festival Best New Actor
* 2005 SBS Drama Awards Best New Actor
* The 26th Blue Dragon awards best New Actor

Yeaayyy, he's a promising actor! his work in his lastest drama, Cinderella's Sister, was really taking my breath away..

Check out some photos of him that simply make me drooling and rooting for him.. No, thank God, he didn't do any job in his beautiful face.. heeheee. It originally beautiful. God must be in His full concentration when he made this man.


























































































































He's nearly 30!!! can you believe it? turning 30 with that baby face?cuteness overload!!

I'm sick, i'm tellin ya..
Love sickness.. *sighing*


(tolong seseorang siram saya pakai air dingin!)


XOXO,

Tuesday, 19 January 2010

Belajar Masak dari Julie&Julia


By the time I write this, i just finished watching a movie called Julie&Julia. That movie is directed by Nora Ephron and is a reaaalllyyy nice one.

I think it's another deja vu (sebulan ini saya sering banget ngalamin deja vu-deja vuan ini). I'm planning on to write something about cooking today but before I do so, i don't know why but I decided to watch this movie first. What I know this movie is a little bit about cooking but I have no idea there would be all cooking from the start to the end. Kenapa momentnya bisa pas banget ya? just exactly before I write the same theme here.


Film ini diembel-emebeli dengan kata-kata Based on Two True Stories which makes me curious because yeah, everyone loves everything based on reality (especially Indonesian -_-). Film ini menceritakan tentang seorang chef wanita terkenal Amerika di tahun 60-80 an bernama Julia Child yang di film ini dimainkan dengan sempurna oleh Meryl Streep, dan tentang seorang wanita bernama Julie Powell yang hidup di tahun 2000-an dan sangat mengidolakan Julia Child. Julie Powell sendiri dimainkan dengan apik oleh Amy Adams.


(The real Julia Child and Meryl Streep as Julia, lumayan mirip yah)


(The pretty Amy Adams as Julie Powell)

Julie Powell yang sangat mengidolakan Julia Child dan juga gemar memasak memutuskan melakukan sesuatu yang lebih berguna dibanding rutinitas hidupnya yang membosankan. Ia pun merencanakan sebuah project dimana Ia bertekad membuat 524 resep masakan Julia Child dalam buku Mastering the Art of French Cooking dalam waktu 1 tahun saja. Julie banting tulang menyelesaikan project ini dan semua perkembangan hasil memasak Julie diposting di dalam blog pribadinya.


Watching this movie, somehow, makes me ashamed with myself. Kedua tokoh utama wanitanya sangat jago masak! Sedangkan saya? Masakan saya yang paling enak paling cuma omelette keju.

But the truth is I'm not much of a cook myself. Sebisa mungkin saya menghindari dapur deh. Dan saya sebenarnya juga ngga ada motivasi whatsoever dalam belajar masak, padahal menurut kalender 2010 saya dijadwalkan akan berumur 21 tahun ini yang mana seharusnya saya sudah harus behave sebagai wanita sejati seutuhnya dengan at least ya belajar masak.

Tapi ketiadaan motivasi saya dalam memasak juga bukan tanpa sebab kok. Ada sesuatu yang emang malesin banget deh, sangat menjadi penghalang buat saya belajar masak. That problem is none other than my mother herself.

She always mocks me, making fun of me whenever i'm in kitchen! She never try to teach me baking, cooking, or else like a normal mother should be. Well, yeah.. she taught me some, like how to crack the egg or how to make instant noodle when i was a kid. But one thing for sure, kapanpun nyokap ngajarin saya di dapur itu ga pernah tanpa marah-marah. Marah-marah kalau saya ceroboh lah, numpahin apa lah. yah oke mungkin maksudnya ga marah ya tapi suaranya ko ya tinggi gitu, ngga enak banget didengernya. Bikin kesel sendiri.. Dan perasaan saya nih yaa, mungkin ini cuma perasaan, tapi ko tiap saya berbuat salah pas masak kayaknya dia puas banget gitu. Seneng banget ngeliat saya kayak orang bego di dapur (Astagfirullah, suudzon bgt gw!)

Saya jadi selalu tertekan tiap kali ada di dapur sama nyokap. Makanya sekarang saya jadi buta dapur dan ga kepingin juga belajar, daripada nanti disalah-salahin ya kan? Mungkin nanti aja kali ya saya belajar masaknya pas udah punya dapur sendiri ;p

Yang pasti, by the time i feel ready to learn how to cook i'm gonna buy Julia Child's Mastering the Art of French Cooking and maybe I'll do the same project as Julie Powell did. 524 recipes in one year! or more on my case... As Julia Child said,

"Bon Appétit"


XOXO,

Friday, 4 December 2009

Haus Hiburan

Forget about mee?? don't! sorry for the lack of post. I don't have enough time to think what cool stuff to be written here.

So, how are you pal? have watched New Moon already? I haven't to be honest. I'm not interested with the story. Cerita lebay remaja yang maksa dibalut dengan intrik vampire2-an. Tapi have to admit sih Jacob Black is super duper HOT while Edward seperti sedang perawatan dengan Tje Fuk (baca punya si Viona).

Yaudahlah ya gausah diomongin lagi tuh new moon. There is a number of movie that i desperately want to watch. Rasanya selama masa perkuliahan gila ini saya bener-bener ketinggalan film-film baru. I haven't even watch Paranormal Activity! Merlin's Beard! but Me and my girls are planning to watch that next wednesday at Wisma's house. Mudah-mudahan tidak ada aral melintang.

And there comes JiFFest 2009. I'm salivating just seeing the list of its movies. I personally dying
to see these movies,






















































































*Ngileeeerrrr...*

Tapi untuk yang juga pengen nonton New York I Love You dan Sang Pemimpi sepertinya harus bersabar. Karena screening mereka di JiFFest 2009 ini cuma buat Invitation Only. Uuuuhh! ini yang pengen gw kritik dari JiFFest. Why they have to make a private screening in such a festival? not fair! Kami-kami yang rakyat biasa kan juga pengen banget nonton. Kalau mereka memang cuma mau undang orang-orang tertentu, why don't they make it into premiere show instead? supaya orang-orang ga iri gituu..

Now, I'm waiting for someone for calling me to go to JiFFest. Hope that person wouldn't change her mind (yes, it's a woman, unfortunately..).

Catch ya later!

milkysmile

Monday, 21 September 2009

Obsesi Sutradara

Ooh yeahh, my deepest obsession is to becoming a director..

Basically, memang saya pencinta berat yang namanya film. Selain itu, I think, the profession as a director is one of the hard and challenging job in the world. Bayangin aja, seorang director harus membawa hal abstrak yaitu imajinasi (baik imajinasinya maupun orang lain) ke dalam bentuk visual. Abstrak sekali bukan pekerjaannya?? hehe.

I always knew that I wanted to be a director since I graduated from junior high. Awal-awal masuk SMA saya sempet mengajukan pertanyaan ke ibu saya tentang cita-cita saya yang mulia ini.

PS: I make it into a scenario format which is fun for me! hehe

4 years ago..


01. INT. RUMAH RAISYA, RUANG TENGAH – SORE/MALAM

Pemain: Raisya, Ibu Raisya


ESTABLISHING SHOT: Rumah Raisya di sebuah perumahan menengah. Berukuran sedang.

Raisya sedang bersantai menonton tv dengan ditemani ibundanya tercinta. Sesekali mereka mengobrol singkat.



Raisya: Ma, nanti aku lulus SMA mau masuk IKJ ya? mau jadi sutradara..



Ibu Raisya: IKJ?? Sutradara? mau ngapain kamu?



Raisya: Ya bikin pilm donk!!



Ibu Raisya: Kagak boleh ah!



Raisya: Ah, payaaahhh!



END

milkysmile



Setelah pembicaraan singkat itu saya pun ga pernah mengungkit masalah itu lagi. Kayaknya ekspressi muka mama yang datar udah cukup jelas buat saya. hehehe. Apalagi denger-denger IKJ itu agak menyeramkan senioritasnya. Biasa deh, kalo mau lulus, di kalangan anak-anak SMA banyak gosip-gosip seputar ospek dll. Akhirnya saya lupa sejenak sama cita-cita director saya. Saya memfokuskan diri untuk masuk Universitas-universitas negeri yang disarankan orang-orang.

Tapi sebenarnya keinginan itu ga pernah padam. Yah, namanya juga obsesi.. Dan obsesi itu mulai membara lagi akhir-akhir ini setelah saya nonton serial korea yang satu ini >>



Worlds Within


Yah, selain fakta kalau saya bener-bener mesmerized sama Hyoen Bin disini, menurut saya serial ini cool banget! Ternyata bahkan di Korea atau negara-negara maju lainnya bikin sinetron aja ribet banget, bener-bener niat gituu. Ga kayak di negara kita yang asal kejar tayang, asal main, asal dapet rupiah. Di serial ini diceritakan kalau Sutradara memegang kontrol yang sangat besar dan tanggung jawab yang (sangat) besar pula dalam pembuatan film atau sinetron. Kita bisa liat gimana stressnya mereka mulai dari syuting yang makan waktu lama sampai sempurna, rol film yang rusak, pemain yang ngaret, tengkar-tengkar antar crew, tidur bisa cuma 2 jam sehari, dan masih banyak lagi. Tapi hasilnya, saat karya mereka bisa dinikmati orang banyak, worth it sekali. And I thought, "Wow! that job (director) is a real challenge!".

Fiuuhh, saya mau banget jadi sutradara!! milkysmile

Udahan ah! the more I write and tell you about it, the more I feel such a high desire to make it come true. So I better stop in here and back to the real world.. hehehe.


XOXO,

Thursday, 3 September 2009

DVD of The Week: Innocent Voices



"This damn war will never end with a prayer..."





Ada dua alasan utama kenapa saya memilih (lagi) nonton film ini. Pertama, saya memang sedang (berusaha) menghindari film-film drama dan serial-serial yang oh-so-sweet dikarenakan bukan hanya sekarang adalah bulan suci Ramadhan (yes, I avoid those make-out scenes!). Kedua, film ini mengingatkan saya tentang masa-masa kelas Film semester 1 dulu.

Judul film: Voces Inocentes (Innocent Voices)
Sutradara: Luis Mandoki
Skenario: Oscar Torres dan Luis Mandoki
Produksi: 2004

Bersetting di El-Salvador pada saat perang saudara (1978-1984) , kisah film berbahasa Spanyol ini memang sangat berbau tragedi pilu khas perang. Pada tahun-tahun itu, tentara pemerintah dukungan Amerika tengah berperang melawan gerilyawan FMLN (Farabundo Marti la Liberacian Nacional).

Sebuah desa tak pelak sering menjadi tempat baku senjata kedua pihak tersebut. Di desa itu lah seorang anak laki-laki bernama Chava(Carlos Padilla) tinggal bersama Ibu dan kedua adiknya, sedang ayahnya meningglakan mereka sewaktu Chava masih kecil dan hanya memberi amanat kepada Chava untuk menggantikan dirinya menjadi "Kepala keluarga".

Sang Ibu, Kella (Leonor Varella), hanyalah seorang tukang jahit. Bisa tertebak betapa susahnya hidup mereka ditambah lagi dengan adanya perang di depan mata yang seakan tak ada habisnya. Seringkali, di malam hari, saat keluarga ini sedang makan malam atau bahkan sedang tidur baku tembak dahsyat terjadi. Ada adegan miris saat sang Ibu harus pergi beberapa hari ke suatu tempat dan terpaksa meninggalkan anak-anak di rumah sendiri. Malam harinya, terjadi baku tembak yang sangat dahsyat. Chava dengan gagah berani dan sigap mengkomandoi adik-adiknya untuk bersembunyi dan merangkul mereka di bawah tempat tidur. Saat adiknya yang masih balita menangis ketakutan, Chava dan adik perempuannya, malah menggunakan lipstick ibunya untuk mencoret-coret wajah mereka dan menghibur si adik kecil. Tiga anak itu pun dapat tertawa tergelak-gelak padahal di luar rumah mereka perang sedang terjadi. Miris banget...

Chava memang seorang anak kecil pemberani. Dia sama sekali tidak takut dengan peluru nyasar, yang ia takutkan justru jika ia direkrut menjadi tentara. Pada masa itu, ada peraturan di El Salvador yang menetapkan bahwa anak laki-laki yang sudah 12 tahun harus bergabung dengan tentara pemerintah dukungan Amerika tengah. Bayangkan saja, anak-anak lelaki 12 tahun akan diajari menembak, membunuh, dan hidup keras sebagai tentara...

Satu persatu teman sekolah Chava pun mulai ditarik menjadi tentara. Chava yang baru berusia 11 tahun tak ayal mecari cara untuk menghindari hal tersebut. Salah satu caranya pada akhirnya ia lebih memilih untuk menjadi gerilyawan FLMN bersama pamannya. Akibat itu pula hidup Chava terancam berakhir di tangan tentara pemerintah.

Yang membuat film ini menarik buat saya adalah cara film ini dikemas. Film ini menggunakan sudut pandang anak-anak yang innocent dalam menghadapi perang sehingga beberapa adegan malah terasa sangat lucu dan menghibur. Seperti waktu Chava naksir anak perempuan gurunya, Christina Maria (Xuna Primus). Atau saat Chava dan teman-temannya sedang menghindari tentara dan menganggapnya sebagai permainan.

Chava bukan hanya sekedar tokoh rekaan semata. Chava adalah gambaran masa kecil Oscar Torres saat masa-masa perang saudara tersebut. Jadi bisa dibilang ini adalah film yang sangat emosional untuk Torres.

Film ini lumayan sukses di perfilman internasional. Menjadi nominasi film asing terbaik di Academy Award 2005 dan menang di Berlin International Film Festival 2005 (kategori Best Feature Film) dan Seattle International Film Festival 2005 (kategori Best Film). Kalo ga percaya ini dia awards yang didapat film ini...

Wel then, selamat menikmati film bermutu iniiii...

XOXO,

Friday, 28 August 2009

Cin(T)a

Saya baru balik nonton film ini dan udah kebelet mau ngereview..hahaha.




Two main character here are Cina and Annisa.

Cina (Sunny Soon) is a freshman in ITB (sotoy banget gw! abis lokasinya di ITB sih..haha). He's only 18 years old, a christian, and seems ready to conquer the world with his visions and thoughts. Confident and wit yet silly, that's my picture of Cina. Oh, by the way, Cina is his real name. A funny story lies beyond that. You should watch it by yourself then!


Annisa (Saira Jihan) is Cina's senior. a 24 years old moslem woman who struggles between her education and personal life. She's an actress, that's why her education is in a mess. Her beauty and fame turned her into an introvert, practically because nobody could see her underneath her name as an actress. beacuse of loneliness, she made a picture of human's face in her finger just to accompany her.

From their accidental meeting, the relationship between Cina and Annisa grew stronger everyday. After serials of heavy and intelectual dialogues about life and religions between them and their intens meeting,they knew they were in love. But as you can guess, they couldn't unify their love because they simply call God in different names (how i love that line!).

I'm intrigued of this movie because it has such a delicate and sensitive subject that many Indonesians still refrain from speaking of: Religions. Though Indonesia is a 'unity in diversity' country that respects many kinds of faiths and tribes, it's a public secret that the love relation among two different religions is still a taboo. Interesting! And it's even more interesting cause they have some real footage and comments of different religions married couples. You should watch this movie! truly enlightening and awakening. at least for me...

Tapi ada sayangnya nihh.. sayangnya, masalah sound kurang diperhatikan disini. Scoringnya agak kacau balau trus yang ganggu itu banyak pelafalan dialog yang ngga jelas. Apalagi suara Annisanya agak mendesah-desah aneh gitu. Sama seperti Gaby Hakim si Jagoan Movies, saya tadi lebih banyak baca teks bahasa inggrisnya daripada nyimak dialog. Beberapa adegan juga terlalu 'berseni' sampai kelihatannya jadi absurd.

But still, saya berani angkat dua ibu jari buat film ini. At least, the makers are boldly speak out about 'something' in creative way dan ngga cuma 'nyampah' di bioskop. LOL.

Check out the trailer on mbah Youtube, guys! Saya malas naro video trailernya disini karena pasti udah banyak banget yg pasang. hihhihi..


XOXO

Thursday, 27 August 2009

New Hunk!





Aaron Perry Johnson is a British actor (God knows How I loooveee Englishman!). He started acting in 2001, with his debut role as young Lorimer Black in the film Armadillo (2001). He also portrayed the role of Niker in the 2004 series Feather Boy. Since then, he appeared as Prosper in The Thief Lord (2006), and as Robbie "The Sex God" in Angus, Thongs and Perfect Snogging (2008). He has also starred as one of the main characters, Owen, in the E4 television series Nearly Famous.

Here's his complete filmography:

  • Nowhere Boy (2010) (filming) .... as John Lennon (How cool is that??!!!)
  • Kick-Ass (2009) (post-production) .... as Dave Lizewski
  • The Greatest (2009) .... as Bennett Brewer
  • Angus, Thongs and Perfect Snogging (2008) .... as Robbie
  • Dummy (2008) .... as Danny
  • "Nearly Famous" .... as Owen (6 episodes, 2007)
  • "Talk to Me" .... as Aaron (4 episodes, 2007)
  • Baker Street Irregulars (2007) (TV) .... as Finch
  • The Magic Door (2007) (V) .... as Flip
  • "Coming Up" .... as Eoin (1 episode, 2007)
  • "I Shouldn't Be Alive" .... as Mark (1 episode, 2006)
  • Fast Learners (2006) .... as Neil
  • "Casualty" .... as Joey Byrne (1 episode, 2006)
  • Silent Ties (2006) TV episode .... as Joey Byrne
  • The Illusionist (2006) .... as Young Eisenheim
  • The Best Man (2006) (TV) .... as Michael - aged 15
  • The Thief Lord (2006) .... as Prosper... aka Herr der Diebe (Germany)
  • Dead Cool (2004) .... as George
  • "Feather Boy" .... as Niker (3 episodes, 2004)
  • "Family Business" .... as Paul Sullivan (1 episode, 2004)
  • "The Bill" .... as Zac Clough (1 episode, 2003)
  • Behind Closed Doors (2003) (TV) .... as Sam Goodwin
  • Shanghai Knights (2003) .... as Charlie Chaplin
  • San Giovanni - L'apocalisse (2002) (TV) .... as Johanan
  • Tom & Thomas (2002) .... as Tom / Thomas
  • "Armadillo" (2001) TV series .... as Young Lorimer Black



He's such a fittie!!

XOXO

Thursday, 23 July 2009

The Plus and Minus of Harry Potter and the Half Blood Prince

Yeah..

It’s been a week since my last write and ‘till now I haven’t got any fresh and brilliant idea to write.. I had this sort of idea crisis!

So, I decided to review this all people favorite movie. My favorite too, actually..

Harry Potter and the Half Blood Prince!!

Dengan durasi sekitar dua setengah jam film ini mampu menyihir miliaran pasang mata di seluruh dunia. Sebagian orang merespon positif dengan mendefinisikan film ini sebagai, “kereeenn”, “amazing movie”, “it’s Rock”, dan lain sebagainya.

Tapi ada juga yang merespon jelek. Alasan umum sih karena mereka merasa kecewa lantaran apa yang di imajinasikan selama ini sewaktu membaca novel sama sekali bertolak belakang dengan visualisasi di film.

Malah ada loh temen saya yang sama sekali ngga ada niatan nonton karena udah merasa terlalu kecewa dengan film-film Harry Potter yang terdahulu.

It’s not fair after all. Seperti kata Hanung Bramantyo, film ya film dan buku ya buku. Bahkan sutradara yang paling handal sekali pun ngga akan bisa menuangkan isi buku ke dalam sebuah film secara sempurna. Mendekati sempurna pun ngga akan bisa.

Saya sendiri sebagai pencinta buku Harry Potter (more than its movies) merasakan sedikit kecewa di sana-sini tapi over all mata saya benar-benar dimanjakan dengan special effect yang keren dan casts nya yang sangat sedap dipandang mata. Hehe. Saya mah berusaha positif aja dan melihat dari sisi yang berbeda. Makanya, ini dia saya bikin list plus-minus nya. Here we go…..



The Plus'

  • Visual effects di awal film benar-benar keren, menurut saya. Scene jembatan runtuh nya cool! The death Eaters nya juga benar-benar ngasih efek terror yang oke.
  • Acting 3 pemeran utamanya sebagai Harry, Hermione, dan Ron semakin matang dan terlihat semakin natural sebagai sahabat.
  • Lagi-lagi, special effect yang keren waktu Harry dan Dumbledore di Black Lake. Ooohh, dan waktu Dumbledore ngeluarin api buat ngusir mayat-mayat. Walaupun itu ngga ada di buku sih.
  • A lot more funny dialogue. Bukan cuma lucu tapi cerdas! Walaupun, lagi-lagi, ngga ada di buku. Kayak waktu di perpustakaan Hermione bilang ke Harry, “they’re interesting on you because they’re think you’re the chosen one” yang dijawab sama Harry, “But I am the chosen one” dan Harry sukses dapat geplakan buku di kepalanya karena omongannya yang nyeleneh itu.
  • Scene pertandingan Quidditch pertama Ron lucu banget. Rupert Grint emang lucu sih! Gayanya itu loohhh, ngocok perut banget! And that Quidditch game was awesome!
  • Rupert Grint lagi waktu scene dia kena Love Potion. Gebleg banget!
  • Bonnie Wright was fulfilling my expectation of Ginny Weasley.
  • Scene Harry setelah minum Felix Felicis juga oke. Ternyata Daniel Radcliffe bisa juga berekspresi najong gitu pas Aragog mati. hehehe

The Minus’

  • Lavender Brown-nya Lebay abis. Trus, where’s Parvati Patil? Doesn’t she known as Lavender’s BFF in Gryffindor?
  • Where’s the moment of Gryffindor win the Quidditch cup?? And Ginny and Harry should’ve been kissed after Quiddith final game. They shouldn’t have been kissed in requirement room!
  • Where’s the battle between death eaters and Order of phoenix in the end? Harusnya itu kan klimaks nya! Dan harusnya itu ada! Masa cuma death eaters nya doank yang ngerusak kastil!
  • Where’s the Dumbledore’s funeral?? Pemakaman Dumbledore harusnya ada karena itulah momen Harry merasa sangat sedih dan jadi terobsesi menyelesaikan tugas mencari Horcrux. Di saat itu juga dia terpaksa harus mutusin Ginny.
  • Where are Fleur DeLacour and Bill Weasley?? Harusnya mereka ada karena mereka kan tunangan di sini dan ada beberapa intrik yang lucu antara Fleur dan Mrs. Weasley. Selain itu harus diceritain tentang Bill yang diserang Greyback sehingga jadi cacat kan?


Pihak Warner Bros sebagai produser Harry Potter berjanji akan lebih maksimal dengan lebih banyak memasukkan adegan di buku ke dalam film. That’s why, Harry Potter and the Deathly Hallows will be made into 2 movies! And the last battle will be fantastic, as they promise. The first movie will be released in November 2010 and the second one will be on around March 2011. Yeeaaayyyyy!!

Thursday, 16 July 2009

I Want to be Hermione Granger

first, I've got to inform this..

I woke up late this morning, 09.30 and got shocked of the news. Again, there was an explosion in two 5- star hotels in Jakarta. Ritz Carlton and JW Marriott Hotel in Kuningan became terrorist target and it was the second time for JW Marriott hotel!
So far (in the mean time I write this) 6 people died and more than 10 people injured. Some are foreigners.

It’s truly heart breaking news for us. In the last few years we've been living in a quite peace time and suddenly that kind of thing happened again. And the worst is that exactly one day before Manchester United was suppose to play here! It’s very very bad! Would they keep come and play? What is the world gonna say?

*sigh*

let’s just hope things would get better.

now, off to my main topic..

Completing my Harry Potter fever (usually comes after the movie has released) with so much pleasure i'm writing this one..

Since I read Harry potter and the Sorcerer’s Stone when I was in 5th grade, I have always mesmerized by this girl,
Hermione Granger.

(with Ron Weasley)


She’s such an independent girl, brave, extremely clever. She’s arrogant and selfish but in the coolest way I’ve ever imagined. She never afraid of what people say about her and keeps doing what she believes (and fortunately, it never goes wrong). Her ability to analyze problems is amazing, and with no rush she eventually can solve it.

She isn’t very pretty (I talk about the one in the book; Emma Watson is way too pretty) but always confident with herself (except when her teeth became weirdly long in vol.6). She plays along with the boys without losing her femininity.

She comes from a Muggle family and has to survive among the so-called Mud-bloods and she's doing well. She proves to everyone that a Muggle-born could be as great as a pure blood, even greater. She started from zero and turns up into a hero!

She’s kind of a girl who used to obey all the rules but finally realized that she’s having fun breaking the rules. (That’s why she rocks!)

If it weren’t for Hermione, Harry maybe would never reach the 7th grade in Hogwarts. Hahahaha. Harry could be the main actor in the whole story but Hermione plays a huge role as well (without forgetting about Ron, off course).

Shortly, Hermione Granger is my childhood heroine. Heck, she's my ultimate heroine even now!



xoxo,


Sunday, 14 June 2009

Baru inget apa yg ketinggalan saya tulis dibawah..hehe!!

MTV Movie award 2009!!

jam 10 di global tv sabtu kemarin, sukses mendistract perhatian saya dari blackbook..hehe!!
Saya ga mau banyak komen, cuma MMA kemaren agak2 anehh..mc nya aneh, acaranya juga anehh, yg menang juga anehh!!
Yuph!
MMA 2009 harusnya diganti jd Mtv Twilight Movie Award 2009!
Berkali2 tuh si Robert Pattinson sama Kirsten Stewart maju ke panggung, ngasih speech..sampe bosen gila ngeliatnya. bahkan Best Movie juga jatuh ke Twilight. What the..??? masih ada Slumdog Millionaire padahal..totally unacceptable buat saya..
Twilight ga jelek memang tapi hanya sebatas ga jelek aja..lumayan lah!tapi belom pantes rasanya jadi Best Movie..

klo best kiss baru saya terima..hehe! Mereka ciumannya emang full of passion sih..hehe!