Just like the wheel, life keeps on rolling. One person can't be in tears all the time, while the happiness is not forever either.
Monday, 4 May 2015
Untitled
Just like the wheel, life keeps on rolling. One person can't be in tears all the time, while the happiness is not forever either.
Thursday, 3 April 2014
Stuff
"And that’s how it goes, Kids. The friends, neighbors, drinking buddies and partners in crime you love so much when you’re young, as the years go by, you just lose touch.You will be shocked, Kids, when you discover how easy it is in life to part ways with people forever.That’s why when you find someone you want to keep around, you do something about it."
[Ted Mosby – How I Met Your Mother S09x21]
Thursday, 27 February 2014
Kisah Gadis Pemalu dan Lelaki Pengganggu
Wednesday, 12 February 2014
'If I were to Send You a Letter, This Would be it’

Tuesday, 7 January 2014
Movie Review: About Time
Director: Richard Curtis
Writer: Richard Curtis
Starring: Domhnall Gleeson, Rachel McAdams, Bill Nighy, Lydia Wilson, Tom Hollander, Margot Robbie, Vanessa Kirby
Release Date: Nov. 1, 2013
xoxo,
Wednesday, 1 January 2014
NYE
Wednesday, 27 March 2013
Sudahkah Sudi?
Thursday, 21 February 2013
He Loves Me.. He Loves Me Not..
Thursday, 31 January 2013
Farid Hardja
Aku merindukan seseorang yang aku jumpai sosoknya setiap hari.
Rasa rindu yang aneh yang senang datang menyergap raga, menyedot segala asa dari sukma dan melumutkan logika yang seharusnya ada.
Aku merindukan sosok yang kadang berada begitu dekat denganku, namun seringnya terasa jauh. Konsep tentang jarak terasa kian abstrak maknanya untukku. Mengalahkan abstraknya imajinasi-ku yang ujungnya masih tetap dia.
Ya, aku rindu dia.
Ada salam dari Farid Hardja,
Oh… aku rindu…
Katakan padanya aku rindu
Oh burung nyanyikanlah
Katanya padanya aku rindu
Aku rindu...
Salam rindu,
ps: Maaf jika postingan kali ini terlalu cheesy. Everybody loves cheese, right? :)
Sunday, 23 December 2012
So?
Wednesday, 5 December 2012
Another (Weird) Evening (With You) ...
Kamu duduk persis di sebelah ku, radius jarak kira-kira 10 cm. Kamu duduk di kursi plastik merah. Asap juga keluar mengepul dari mulutmu. Kamu menunggu nasi goreng selesai dimasak.
Kita duduk di pinggir jalan yang sama. Di belakang foodstall yang sama. Entah untuk yang ke berapa kalinya.
"Kamu pernah ngga waktu sekolah dulu, ngerasain sesi pengayaan dari guru?"
"Pernah, pernah.."
"Terus, waktu guru kamu mulai nanya-nanya ke teman-temanmu, kamu merasa pertanyaan-pertanyaannya gampang banget dan kamu pasti bisa jawab. Sampai guru kamu mengajukan pertanyaan yang sulit banget yang kamu ngga bisa jawab. Dalam hati kamu berharap, 'jangan gue, jangan gue yg dapet.. please jangan gueee..'. Tapi ternyata, eh, malah kamu yg dapat."
"Hahaha iya iya pernah banget.."
"Aku seriiing banget ngalamin yang kayak gitu. Sampai sekarang pun masih sama kayaknya."
"Maksud kamu?"
"Iya misalnya sekarang, orang-orang yang ngga aku harapkan tertarik sama aku malah naksir aku, sedangkan yang aku harap-harap malah ngga.."
Aku lirik kamu. Hati-hati melihat ekspresi wajahmu.
"Memang iya ya? Hmmm.. Kenapa ya?"
Geez! I really hate that poker face of yours!
"Aku rasa aku dikutuk", aku datar kan ekspresi wajah ku sedatar mungkin.
Kamu tergelak.
"Hahaha, kok dikutuk?"
"Iya dikutuk. Habis aneh banget. Aku rasa hukum 'The Secret, Law of Attraction' ngga berlaku sama sekali buat aku ya?"
Aku malas melirik ke kamu lagi. Paling juga datar lagi ekspresimu.
Nasi goreng datang. Kamu girang. Lalu makan.
I wonder, apakah kamu memikirkan kata-kataku saat kamu lahap nasi goreng mu itu?
I wish...
Hah, dasar gila!
With love,
Sunday, 18 November 2012
Supposed To...
Turned out it's a wish merely
Supposed to be harmless
Turned out to be moments of pointless
Supposed to be heaven
Even heaven knows this not it
Supposed to be us
But turned out to be you
And her
Again...
For shortening a supposed to be frantically long great journey,
I supposed to say thank you..

Saturday, 27 October 2012
Menanti 50:20
Jejak kaki basah dan lengket di ubin putih gading
tersaruk-saruk menahan angin dingin
Berusaha untuk lebih cepat dan lebih cepat
Kejar waktu jangan sampai terlambat
Cepat tak menjamin tidak telat
Yang ditunggu seringnya tak bertemu
Mungkin kalanya tak satu
Tampaknya waktu dan tempat belum mempersilakan
Malah curiga kian memisahkan
Mungkin kalanya belum satu...
Belum..
Satu..
Ah, aku suka kata "belum"
Memberikan perspektif baru, membuka harapan yg sempat terkulum
Menanti jadi terasa kian ber-asa
50:20 ku tunggulah waktunya kita berjumpa
Selasa, Stasiun Sudirman Jakarta,
25 September 2012
Sunday, 21 October 2012
What is Love?
Thursday, 23 June 2011
Weird Love
Friday, 14 January 2011
Surat Untuk Ibu
Thursday, 13 January 2011
Masih Kamu Mr. M..
Ya, semua masih tentang kamu Mister. Sudah 7 tahun lamanya aku berbagi kisah kita berdua kepada lembaran-lembaran kertas. Kisah yang kebanyakan sih hanya rekaanku semata, tapi cukup ko membuatku bahagia.
Apa kabarmu disana Mister? Aku dengar kuliahmu sudah akan rampung dan sebentar lagi kau akan menjadi sarjana. Aku yang memujamu disini sangat bangga padamu.
Bagaimana kabar kekasihmu, Mister? Masih sayangkah kau dengannya? Sesungguhnya aku sangat penasaran mengapa kau bisa secinta itu padanya. Bagaimana dengan ku? Tidakkah kau merasa aku juga pantas engkau cinta?
Ah, sebenarnya aku malas meracau tentang kekasihmu itu. Maaf yah… tapi di dalam hatiku yang paling dalam aku kagum pada kekasihmu karena wanita itu dapat membuat lelaki luar biasa sepertimu jatuh cinta padanya. Tapi kagum dan iri hanya dibatasi oleh selaput tipis yang lebih tipis dari bulu kakimu, jadi baiklah, kau bisa bilang aku iri. Iri setengah mati!
Dulu, saat 2 tahun hubungan kita (baca: aku dan lembaran-lembaran kertas bertuliskan namamu), entah mengapa aku sangat yakin kau akan menjadi mempelai priaku. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Konyol? Atau menyedihkan? Tak apa… aku tidak pernah merasa cintaku padamu ini konyol atau menyedihkan kok.
Tenang saja, Mister. Cintaku padamu ini bukanlah ambisi. Aku tidak akan menerormu seperti banyak wanita lain itu. Aku juga tidak berniat mengganggumu dan kekasihmu itu. Aku hanya akan tetap memantaumu dari kejauhan. Sama seperti 7 tahun ini dan siapa yang tahu, mungkin akan berlanjut sampai 7 tahun selanjutnya.
Okelah, Mister. Segitu dulu acara nge-date kita di kertas nomor 473 ini. Doakan aku agar aku dapat menemukan Mr. M yang lain ya. Sesungguhnya aku bosan pacaran dengan kertas, walaupun entah mengapa aku terus melanjutkannya.
Ps: Kalau putus kabari aku ya! ;p
xoxo,












