Ya, semua masih tentang kamu Mister. Sudah 7 tahun lamanya aku berbagi kisah kita berdua kepada lembaran-lembaran kertas. Kisah yang kebanyakan sih hanya rekaanku semata, tapi cukup ko membuatku bahagia.
Apa kabarmu disana Mister? Aku dengar kuliahmu sudah akan rampung dan sebentar lagi kau akan menjadi sarjana. Aku yang memujamu disini sangat bangga padamu.
Bagaimana kabar kekasihmu, Mister? Masih sayangkah kau dengannya? Sesungguhnya aku sangat penasaran mengapa kau bisa secinta itu padanya. Bagaimana dengan ku? Tidakkah kau merasa aku juga pantas engkau cinta?
Ah, sebenarnya aku malas meracau tentang kekasihmu itu. Maaf yah… tapi di dalam hatiku yang paling dalam aku kagum pada kekasihmu karena wanita itu dapat membuat lelaki luar biasa sepertimu jatuh cinta padanya. Tapi kagum dan iri hanya dibatasi oleh selaput tipis yang lebih tipis dari bulu kakimu, jadi baiklah, kau bisa bilang aku iri. Iri setengah mati!
Dulu, saat 2 tahun hubungan kita (baca: aku dan lembaran-lembaran kertas bertuliskan namamu), entah mengapa aku sangat yakin kau akan menjadi mempelai priaku. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Konyol? Atau menyedihkan? Tak apa… aku tidak pernah merasa cintaku padamu ini konyol atau menyedihkan kok.
Tenang saja, Mister. Cintaku padamu ini bukanlah ambisi. Aku tidak akan menerormu seperti banyak wanita lain itu. Aku juga tidak berniat mengganggumu dan kekasihmu itu. Aku hanya akan tetap memantaumu dari kejauhan. Sama seperti 7 tahun ini dan siapa yang tahu, mungkin akan berlanjut sampai 7 tahun selanjutnya.
Okelah, Mister. Segitu dulu acara nge-date kita di kertas nomor 473 ini. Doakan aku agar aku dapat menemukan Mr. M yang lain ya. Sesungguhnya aku bosan pacaran dengan kertas, walaupun entah mengapa aku terus melanjutkannya.
Ps: Kalau putus kabari aku ya! ;p
xoxo,
No comments:
Post a Comment
Feedback, please..