Kamu duduk persis di sebelah ku, radius jarak kira-kira 10 cm. Kamu duduk di kursi plastik merah. Asap juga keluar mengepul dari mulutmu. Kamu menunggu nasi goreng selesai dimasak.
Kita duduk di pinggir jalan yang sama. Di belakang foodstall yang sama. Entah untuk yang ke berapa kalinya.
"Kamu pernah ngga waktu sekolah dulu, ngerasain sesi pengayaan dari guru?"
"Pernah, pernah.."
"Terus, waktu guru kamu mulai nanya-nanya ke teman-temanmu, kamu merasa pertanyaan-pertanyaannya gampang banget dan kamu pasti bisa jawab. Sampai guru kamu mengajukan pertanyaan yang sulit banget yang kamu ngga bisa jawab. Dalam hati kamu berharap, 'jangan gue, jangan gue yg dapet.. please jangan gueee..'. Tapi ternyata, eh, malah kamu yg dapat."
"Hahaha iya iya pernah banget.."
"Aku seriiing banget ngalamin yang kayak gitu. Sampai sekarang pun masih sama kayaknya."
"Maksud kamu?"
"Iya misalnya sekarang, orang-orang yang ngga aku harapkan tertarik sama aku malah naksir aku, sedangkan yang aku harap-harap malah ngga.."
Aku lirik kamu. Hati-hati melihat ekspresi wajahmu.
"Memang iya ya? Hmmm.. Kenapa ya?"
Geez! I really hate that poker face of yours!
"Aku rasa aku dikutuk", aku datar kan ekspresi wajah ku sedatar mungkin.
Kamu tergelak.
"Hahaha, kok dikutuk?"
"Iya dikutuk. Habis aneh banget. Aku rasa hukum 'The Secret, Law of Attraction' ngga berlaku sama sekali buat aku ya?"
Aku malas melirik ke kamu lagi. Paling juga datar lagi ekspresimu.
Nasi goreng datang. Kamu girang. Lalu makan.
I wonder, apakah kamu memikirkan kata-kataku saat kamu lahap nasi goreng mu itu?
I wish...
Hah, dasar gila!
Source: http://fc04.deviantart.net/fs18/f/2007/158/5/b/as_the_evening_falls_by_Linlith.jpg
With love,

No comments:
Post a Comment
Feedback, please..