Alkisah di sebuah taman kecil
di belahan lain sebuah kota yang tidak terlalu ramai dengan manusia, seorang
gadis biasa duduk dan menatap kosong ke depannya. Ada seorang lelaki yang
sedang tertawa bahagia bersama temannya. Entah apa yang ia tertawakan sampai
giginya kelihatan semua.
Sang gadis tiba-tiba tersipu.
Entah apa itu, yang jelas senyum lelaki itu sangat lucu.
Sadar diperhatikan, lelaki mulai
berlagak. Tertawanya jadi dibuat-buat, terdengar seperti suara burung gagak. Ia
memberitahu temannya bahwa ada gadis manis yang memantau mereka dari kejauhan.
Sang gadis masih berusaha
menyembunyikan rona merah pipinya. Ia lantas membuka buku yang dibawanya dan
menyembunyikan wajahnya di sana. Tiba-tiba seseorang datang duduk di
sebelahnya. Lelaki itu! Hati sang gadis jadi tak menentu. Karena salah tingkah
ia bersiap angkat kaki seribu.
Si lelaki pengganggu diam
saja. Niat menggangu saja yang dia punya. Namun begitu dia melihat si gadis
akan segera pergi, dia segera ambil aksi.
Lelaki bertanya tentang buku
yang dibaca si gadis. Si gadis tidak menjawab, hanya tersenyum tipis. Si lelaki
bertanya lagi mengapa ia sendirian. Sang gadis hanya mengangguk sopan.
Karena penasaran dan kesal,
si lelaki sontak nyeletuk, “cantik-cantik
kok gagu, Mbak?”
Si gadis terkejut, namun
dengan tenang dia mengambil secarik kertas dan pena dari dalam tasnya, dan
menulis,
“Maaf, saya memang gagu alias
tuna wicara :)”.
Ia selipkan kertas tersebut
di tangan sang lelaki, kemudian dia angkat kaki.
Sang lelaki membeku setelah
membaca pesan itu. Wajah sampai telinganya memerah karena malu. Ingin dia kejar
si gadis itu, tapi apa daya, lidah pun tubuhnya sudah kelu.
Dari jarak 10 meter setelah
meninggalkan si lelaki, sang gadis menoleh dan tertawa nyaris terbahak.
“Maaf ya, saya terlalu pemalu
untuk bicara sama kamu…” ujarnya pelan.
“Gilaaa.. ngga lagi-lagi gue
gangguin cewek sembarangan”, gerutu si lelaki dari kejauhan.
~fin~
xoxo,

No comments:
Post a Comment
Feedback, please..