Saturday, 29 June 2013

Tulisan

Karena dalam setiap tulisan terungkap segala gundah, resah dan sedikit kekecewaanku pada dunia.

Hentakan kencang roda kehidupan yang berjalan gila tak tentu arah yang kadang membuatku mabuk, kuusahakan untuk masuk ke dalam tulisan.

Karena dalam setiap tulisan selalu kuselipkan sepenggal asa untuk kutengok kembali manakala aku merasa hilang.

Lucu mengingat bagaimana manusia sering merasa hilang bahkan ketika mereka sedang berada di teritori yang mereka sendiri sebut sebagai "rumah".

Karena segala isi dunia yang fana ini terlalu besar untuk dikaji. Jangan kau pernah coba mengkajinya sendiri. Hilang, tenggelam dan kosong akan menanti.

Aku begitu tergesa ingin melihat dunia sampai aku lupa bahwa aku juga bisa melihat dunia dari perspektif lain dengan cara yang lebih menyenangkan dan menenangkan.

"Lo pilih, lebih baik lo hidup kelihatan mewah tapi ngga tenang, atau lo hidup biasa dan sederhana tapi selalu senang?" tanya seorang kawan.

Aku dan seorang kawan lain tergelak mendengar pertanyaannya. Komparasinya biasa saja, jawabannya pun sudah pasti mana yang lumrah. Namun tetap saja sukar untuk mengakui yang mana yang sebenarnya lebih kita inginkan.

Pernah juga ada seorang kawan dari ranah yang lain mengungkapkan kebimbangannya untuk beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain.

Karena semua saran dan kritik sudah aku lontarkan perihal masalahnya itu, maka aku pun mencoba cara yang lebih modern untuk menyempurnakan solusinya.

Aku menemukan sebuah blog yang dalam sebuah tulisannya berkata seperti ini:

Berada dalam zona nyaman adalah berbahaya. Jangan sampai hidup ini didasari rasa takut hingga kita tak lagi memiliki nyali untuk mengembangkan diri. - Iga Massardi.

Ha! Betapa tergugah si kawanku ini akan kalimat di atas sampai akhirnya dia berani memilih keputusan untuk melangkah ke tempat kerjanya yang baru dan meninggalkan segala aspek kenyamanan yang (mungkin) akan ia temukan di tempat yang lama.

Sekarang bandingkan dengan pertanyaan tentang senang dan tenang yang pernah seorang kawan lontarkan.

Bisa tidak ya, seorang manusia hidup dalam kesederhanaan, namun tetap banyak ruang untuk mengembangkan diri dan tetap hirau akan kenyamanan, bahkan jika rasa nyaman itu identik dengan kemewahan.

Rasanya itu harapan yang terlalu tinggi (tapi bukannya tidak mungkin).

Satu yang pasti, sekali lagi, jangan pernah kau coba untuk megkaji dunia ini sendiri. Karena dunia ini terlalu luas dan ramai, namun terlalu kecil dan fana untuk ego manusia yang itu-itu saja. Apapun itu artinya.

Dan dalam tulisan ini, sekali lagi aku selipkan asa dan keyakinan agar nanti dapat aku tengok lagi manakala aku merasa hilang dan hampa. Mungkin setahun atau dua tahun dari sekarang atau mungkin hanya berselang  lima menit dari sekarang.


xoxo,