Sunday, 12 July 2009

L.I.F.E.

A good friend of mine asked me what exactly the purpose of life is.
Saya jawab sekenanya saya ( biasanya ngasal ).

Hidup itu untuk Berarti dan Memberi

Merujuk pada kata-kata saya tersebut bisa dibilang hidup saya belum mencapai tujuan sama sekali.
At all!!

First thing first,
Saya belum berarti banyak untuk diri saya sendiri, keluarga, teman-teman, bangsa dan Negara, apalagi dunia!
Yeah, I’m insanely (almost) useless..HAHA
At my 20, I’m absolutely nothing.

Keeksistensian diri saya hanya dilihat dari statistic populasi Negara, dunia, atau sensus penduduk.

Atau berdasarkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) saja.

If I could only live for 50 years old, just like Micheal Jackson did, that means I only have 30 years to go and I already wasted 20 years.

Second,
Saya ngga tau (atau ngga ingat) apa yang sudah saya berikan buat sekeliling saya. Dalam skala besar jelas saya belum berkontribusi.

Saya ngga menang kontes robot dunia ( I don’t even know how to make a robot! ), saya ngga menulis sebuah buku, saya ngga main film atau ciptain lagu, saya ngga bisa nari saman atau tari-tari lainnya (in fact, I cannot dance at all!), dan another great achievement or talent.

Sedih ga sihh??
I’m so sad because I know I’m surrounded by so many gifted and talented people but I’m not one of them.

Now I realize I’ve got to do something! I have to start dig in to whatever it is inside me.
Whatever it is..

But, until then, saya pikir-pikir dulu deh enaknya ngapain…
Bwahahaha!!

XOXO

2 comments:

  1. Waaa Raisya.. Sedih amat sih kedengerannya keeksistensian cuma karena bisa dilihat dari statistik negara aja..haha. Itu biar ga tau cara buat robot, tapi seengganya jangan jadi robotnya lah, lahir cuma buat disuruh-suruh doang..haha
    tapi mending belum sih, daripada menghilangkan sebuah potensi diri..huhu

    ReplyDelete
  2. aaahhhh, dimskyyyy..emang betul taukk!! gw belum nemu potensi diri gw nihh..tunggu aja deh dulu..hhehe

    ReplyDelete

Feedback, please..