Showing posts with label Touring. Show all posts
Showing posts with label Touring. Show all posts

Tuesday, 20 March 2012

Three Stuffs I Want to Buy in Korea

Berwisata ke manapun, apalagi ke luar negeri, rasanya tidak lengkap kalau pulang tidak membawa oleh-oleh. Demikian juga jika dapat berwisata ke Korea. Walau sekarang hanya bisa berandai-andai saja, inilah tiga barang utama yang harus harus harus saya beli kalau dapat kesempatan berkunjung ke Korea. Mungkin juga bisa jadi referensi buat teman-teman yang punya rencana untuk pergi kesana. Enjoy!



1. Hanbok






I always mesmerized by different culture in each country, especially by the uniqueness of its national costume. Inginnya sih, tiap jalan-jalan ke luar negeri harus beli satu atau dua macam pakaian tradisionalnya. Jadilah, Hanbok pasti akan jadi salah satu benda utama yang akan saya buru kalau saya berkesempatan ke Korea. Tidak harus yang mahal dan mewah, cukup Hanbok sederhana yang pastinya akan jadi penanda dan kenangan bahwa saya pernah ke Negara Insam (Ginsaeng) itu.




Even Britney Spears tried Hanbok when she was in Korea.




2. CD dan Fangoods 2PM





I’m a big big big Hottest (julukan buat fans 2PM), so pasti saya akan menyempatkan diri seharian untuk hunting fangoods, merchandise dan CD-CD 2PM yang ngga dijual di Indonesia, pokoknya menambah koleksi saya yang belum seberapa banyaknya! Selain pasti rasanya lebih puas beli langsung di sana, siapa tahu juga barang-barang yang saya beli bisa langsung ditanda-tangani para personil 2PM kalau saya beruntung ketemu mereka nanti. Wish me luck guys!




Lightsticks dan Photobook 2PM. I want the photobook so much! >.<





3. Korean Spoon Set








Nah, yang ini cuma Korea yang punya! Sendok dan sumpit Korea ini benar-benar khas. Sumpitnya terbuat dari stainless steel yang tipis dan lebih panjang darpiada ukuran sumpit kebanyakan. Sendoknya pun bergagang lebih panjang. Karena keunikannya, saya jadi penasaran pengen punya. At least, satu set harus saya beli!

FYI, Spoon Set ini adalah pilihan yang sangat bagus untuk dijadikan hadiah karena sendok dan sumpit berwarna perak menyimbolkan kejayaan dan keberuntungan. Zaman dahulu sendok dan sumpit semacam ini hanya digunakan oleh raja dan bangsawan loh!





Another beautiful Korean Spoon set





This is another post for Touch Korea Tour Event that I've been participating in. Feel free to give your comment and wish me luck and 감사합니다 ! ^^






xoxo,


Monday, 19 March 2012

My Top Three Things I Wanna Do in Korea

Korea sudah menjadi salah satu destinasi wajib travelling saya sejak dulu. Apalagi sejak kena imbas Hallyu Wave atau Korean Wave saya jadi semakin tertarik dengan Negara Dae Janggeum ini. banyak sekali hal yang mau saya lakukan di sana. Tiga hal di bawah ini mungkin adalah hal-hal utama yang mau saya lakukan sesampainya saya di sana. Check ‘em out!




1. Wisata ke Andong Hahoe Village & Korea Folk Village







Nah, buat pencinta drama atau film kolosal Korea wajibbanget kedesa yang berlokasi di Andong, Gyeongsangbuk-do ini. Bahkan tempat ini sudah ditetapkan menjadi World Heritage Site atau situs warisan budaya dunia oleh UNESCO karena merupakan desa yang masih melestarikan bentuk arsitektur, tradisi masyarakat, buku-buku tua dan peninggalan berharga lainnya dari zaman dinasti Joseon. Berfoto di rumah-rumah tradisional Korea lengkap dengan Hanbok adalah rencana saya. Selain itu saya juga ingin menjajal kuliner tradisional Korea dan belajar sedikit tentang kesenian tradisional seperti Tari Topeng yang terkenal di desa ini. Jadi, tempat ini ada di list teratas tempat yang harus saya kunjungi kalau jalan-jalan ke Korea!




Mask Dance (Tari Topeng) di Hahoe Village




2. Belanja dan Hang out di Hongdae Area






Tempat ini bisa dibilang centernya anakmuda di Seoul. Letaknya di distrik Mapo-gu, Seoul. Nama Hongdae sendiri merupakan kependekan dari Hongik Daehagyo (Hongik University) yang ada di daerah itu dan dikenal sebagai pusat kesenian anak muda di Korea Selatan. So, di sini saya mau ngerasain gimana rasanya jadi anak gaul Korea dan nonton pertunjukkan seni kecil-kecilan seperti theater atau band-band indie Korea.




Street in Hongdae




Tiap hari sabtu juga biasanya digelar pasar yang menjual barang kerajinan tangan anak-anak muda dan mahasiswa Hongdae, yang selain terjangkau harganya juga pastinya unik-unik dan kemungkinan ngga ada di tempat lain, pas banget kalau mau belanja untuk oleh-oleh. Seru lah pokoknya! You definitely can feel the youth atmosphere when you’re in Hongdae!




Hongdae flea's market




3. Berkunjung ke JYP Entertainment





Absolutely will do it! I’m a big big big fan of JYP Nation (sebutan untuk para artis yang bernaung di bawah agency ini), terutama 2PM danMissA. Saya juga kagum dan pengen banget bertemu Big Boss-nya JYPE ini, none other than Mr. JYP a.k.a Jin-young Park himself. Menurut saya dia itu genious musik dan bertangan dingin dalam mengorbitkan musisi-musisi dan artis-artis yang berkualitas di usianya yang terbilang masih muda. Di usianya yang terbilang masih muda, dia sukses menjadi one of the greatest tycoon in Korea and one of the most influential man in Korean music industry. So, 2PM and JYP wait for meee!





Really want to meet these folks!




Hope you enjoy my second post for Touch Korea Tour Event!


감사합니다 ^^


xoxo,

5884019D5428C31E6581F83585A20801.png

Monday, 22 August 2011

Summer HoliWork - Part 2

So I'm just gonna tell the stories within the photos cause I'm not really in the mood of writing thingy..



Near the Trapeze area. We've been here every single morning! It's kinda tiring because they all have to wait to get their turn playing those. Align Center



For the Kid's Club, beach time is one hour after lunch time. Exactly in the middle of the day, when the sun is extremely shiny! My skin was so dark at that time and black n white all over my back!





Mini Club always has event at night and this is one of them, so-called Mini Club Award and everybody's got their medals..





It's on every wednesday when Mini Club do their own show with the kids as the performers. This one was taken from the "Garden Show". It's about, well, it's about Gardening i guess.. hahaha




Another wednesday show for Mini Club. It's "Neverland" show ladies and gentlemen! It's kinda hectic organizing this. seriously.




This one is my favorite. I only experienced it once. It's called "Bali Got Talent", the talent show where the Kids actually can showing off what they got. It was so funny because the Kids on my Kid's Club that time were amazingly crazy and beyond! We even did the Shuffelin' dance together from the song Party Rock Anthem - LMFAO and it was ROCKS! The kids were so cooperative, no one refused to perform. They all like crazy little alligators hahaha.





This one was from Asian Fashion Show every monday.




Some of my G.O friends with our most favorite kid, Coco!!





Another blessed day-off with Feny and Dody at Suluban beach. Such a precious time we had! Thanks to Feny and Dody yg habitatnya memang di Bali. Love yaaa!






Cheers!



Bersambung....


xoxo,

Sunday, 21 August 2011

Summer HoliWork - Part 1

Bonjour!

Your editor in Chief is back in the house once again!
So, things have been going on quite well for me. Liburan 3 bulan ini berhasil saya habiskan tidak hanya dengan tidur dan malas-malasan saja (thank God!). So let's skip the 1st month yang saya lalui dengan study tour + penelitian bersama keluarga besar Prodi Cina ke beberapa Kelenteng, seru-seruan nonton Indonesia Open, memenangkan beberapa quiz dan sukses nonton konser 2AM, Miss A dkk gratisan! Lucky me.

Then, on June 30th I went for a cool internship in Bali. Oh yeaaaah, Bali!

Jadi, sahabat saya yg namanya Penga ngasih info kalau ada sebuah resort di Bali, Club Med, yg membuka lowongan buat jd part-timer sebagai child coordinator. Penga sendiri dapat info dari temannya yg kebetulan jg sedang magang di sana. Buat saya sendiri, ini pertama kalinya saya denger ada resort namanya Club Med. Well, singkat cerita proses saya buat magang di sana berlangsung lumayan cepat. Saya, Penga dan Firna datang unt uk interview dan beberapa minggu kemudian kami dikabari kalau diterima dan diberi tiket pesawat untuk berangkat sesuai tanggal yang udah ditentuin.

We all were so excited. Saya dan Penga dapat di Club Med Bali buat magang sebulan. Sedangkan Firna di Club Med Bintan 2 bulan. And the story begin......

Saya dan Penga sangat sangat excited karena, yah, kapan lg sih bisa magang di Bali, di resort yang dari brosur keliatannya sangat mewah. Akomodasi kita pun di tanggung selama di sana. 30 Juni kita sampai di sana dan langsung disambut sama manager dan assistant Mini Club (divisi tempat kita bakalan kerja), seorang wanita Indonesia bernama Sentha yang keliatan strict dan seorang wanita Jepang (yg udah ga keliatan
Jepangnya karena udah tanned bgt!) bernama Haruka yang sangat ramah dan sangat happy-go-lucky sepertinya.






G.O Uniform

Hari pertama itu diisi dengan wiyata mandala (cailah bahasa gw!) di seputaran resort dan got our G.O uniform (each color of polo shirt for each day!). Saya dan Penga sepakat kalau ternyata fasilitas dan resortnya sendiri ga sebagus yg ada di pikiran kami. Tempatnya bagus sih tp ga sebagus yg ada di brosur dan di ekspektasi kami.

Hari pertama itu kami belum mulai kerja tp cuma denger pengarahan dari Sentha aja selaku manager dan malamnya kita pun hanya liat show dan event-nya Mini Club. Kita ditempatin di kamar khusus G.O (sebutan orang yg kerja di sini). Saya, Penga dan satu orang lama yang namanya Nina and i'm telling you, our roommate is a bi*ch from hell. Saya malas jelasinny a, so if you really wanna know silakan main-main ke blog Penga di sini buat keterangan lebih lanjut soal si Kanjeng Nina ini.


The excited me and Penga. Day 1 with an innocent faces.

Hari kedua, which is, hari pertama kerja, barulah kita menghadapi kenyataan yang sebenar-benarnya. Mini Club ini adalah semacam club untuk anak-anak turis. Kasarnya sih bisa dibilang sebagai tempat penitipan anak, sementara para orangtua mereka sedang menikmati Bali. Tapi di club ini, anak-anak ini dikasih program liburan sendiri, dijagain, makan bareng dengan semua anak-anak lain, plus dapat kesempatan
ikut show atau event yang diorganize sama kita para G.O Mini Club. Kata-kata bagusnya, Mini Club ini semacam Summer Camp. Mini Club ini kebagi lagi jadi 4 club lain: Petit Club (2-3 y.o), Mini Club (4-7 y.o), Kid's Club (8-10 y.o), Junior Club (11-17 y.o I guess..).



Mini Club Playground and Mini Pool


Tugas pertama saya itu di Mini Club sedangkan Penga dapet di Kid's. Tapi later, setelah jadwal kita fix, saya diposisikan di Kid's dan Penga di Petit.

Kerja jd child coordinator ini susah-susah gampang. Susah karena yah ini anak-anak kecil yang tenaganya ga pernah abis, belum lagi ga banyak ana k kecil yg fine ditinggal orangtuanya seharian. Jadilah banyak BANGET bocah-bocah yg nangis (terutama di Mini and Petit sih), dengan kata-kata andalan mereka klo lagi mewek, "I want my mommy! I want my Daddy!". Terus karena sedang high-season di sana dan jumlah tamu membengkak, jadilah banyak BANGET anak-anaknya. Apalagi kalau malamnya ada Mini Club show, wih udah kayak mau buka sekolah deh. Rekor selama saya
di sana itu jumlah anak di Mini Club hampir mencapai 40 dan Kid's 30-an dengan total G.O yang cuma 20-an. Hands full! Kebayang ga harus jagain mereka semua kalo lg berenang, ke pantai, nyiapin makanannya, selalu ngitung jumlah mereka setiap saat, belum lagi klo ada yang tiba-tiba 'ilang', dsb. Oh yeah, I went through all of that.



Some of the Kid's Club Member playing Trouble. My fav game in Kid's Club


Oh ya, di resort ini sama sekali ga ada orang pribumi. Sejauh saya di sana, saya berada di lautan warga negara Australia, China, Taiwan, S.Korea, French, Taiwan, Hongkong, few of Italian and Germany, England, Malaysian, Japan. Mungkin karena resort ini bisa dibilang sangat tidak bersahabat dengan kantong orang Indo. Maklum resort ini all inclusive.

Ngadepin anak-anak beda ras inilah yg sebenernya jd tantangan tersendiri buat saya. Mereka ini kulturnya jelas berbeda, becandaannya beda, kebiasaannya jg be da. Tapi karena basically saya lumayan suka anak kecil, it all went
fine. Yang jelas dari anak-anak yg multikultural ini saya sedikit banyak bisa ngebedain prilaku orang-orang dari setiap negara.



Suasana lunch bersama. Kadang rusuh loh!


For me, the hardest ones to deal with adalah anak-anak Jepang dan French. I'm totally lost when it comes to Japan and French cause I can't speak their language at all, and they cannot speak english either (most of them). Padahal ya anak-anak Jepang dan French lumayan banyak. Jadilah saya bergulat dengan
bahasa tubuh klo ngomong sama mereka. Yang lucu adalah, semakin lama saya di sana, saya jd hampir bisa paham apa maksud mereka walau ga ngerti bahasanya. Pakai feeling sih, tapi klo kita sama-sama ngerti jadinya tuh puas banget loh haha. Anak Jepang biasanya kalo kita ga ngerti apa yg dia omongin mereka jatohnya malah diam aja, beda banget sm anak perancis yg klo kita ga ngerti mereka bakal teruuuusss
ngomooooong sampe kita ngerti. Seakan-akan mereka tuh berpikiran, "lo tuh harusnya ngerti apa yg gw blg, kakaak!". Menurut saya mereka jg agak arogan sih.

Tapi ada dua anak perancis yg jadi favorite saya di Kid's namanya Francoise dan Alessia. Mereka ini perancis gahul laaah, ga segan-segan gaul sama anak-anak bangsa lain biarpun ga ngerti bahasanya sama sekali. Alessia terutama seneng banget main sama anak-anak China. Francoise's a very warm-hearted boy, suka nolongin orang
, ramah sama setiap orang. Tapi karena terlalu baik dia kadang suka di bully sih sm anak-anak aussie. Poor Francoise.... tp kamu tetap juaraaa! Francoise rules!



Yes you are ROCKS, Francoise!



Alessia and me.

Jadi G.O, kita cuma dapet day-off sekali saja dalam seminggu. Bisa dibayangin lah betapa lelahnya pekerjaan ini.



Enjoying our day-off!


Bersambung.......

xoxo,







Sunday, 26 July 2009

The Asterisk = Geng Touring Ceria

This was from my old blog actually. But I really want to share it here..


Jadi gini, waktu SMA dulu, gue dan temen-temen gue yang ajaib sering pergi-pergi ga jelas. Pertama-tama sih emang cuma anak-anak sekelas gue dan cuma sekedar main ke rumah orang-orang door to door (bukan..bukan SPG atau SPB). Tapi lama-lama anak-anak kelas lain yang sering main sama kita jadi ketularan.


Hal ini pun seperti menjadi kebiasaan. Pernah dalam satu hari kita berkeliling dari satu rumah ke rumah lain. Biasanya sih paling cuma numpang makan,itu juga kalo sang empunya rumah sadar (atau disadarkan) atau sekedar ngecek dalam rumahnya kayak apa,tampang nyak-babenya kayak apa,tampang abang-adek nya kayak apa. Pokoknya dalam benak kita saat itu hal kayak gitu bagus dan itung-itung silaturahmi deh.


Sampai suatu hari kebiasaan kami itu berkembang. Diawali dengan ajakan guru olahraga kita, pak Agus namanya, buat ikut acara lari (in my case: jalan doank) bersama yang rutin tiap tahun pas ulangtahun Jakarta. Yup! it's called 10K. Meaning run for 10 kilos start from Monas muter di Bundaran HI and go back to Monas.




Karena kami adalah para pemuda-pemudi kurang kerjaan dan berpikir kalo acara seperti ini seru juga, kami pun memutuskan mendaftar. Apalagi pak Agus gencar promosi sambil bilang
kalo ikut kita bakal dapat kaos sama duit. Wah, siapa yang ga mau coba. Kenyataannya
setelah daftar kita emang dikasih kaos dan duit. Kaosnya warna orange ngejreng dengan tulisan 10K. Duitnya juga bener dikasih tapi Cuma 13.000. kata pak Agus itu bakal ongkos. Ealaaahhh…


Pas hari h-nya kami pun melaksanakan lomba lari itu dengan sungguh-sungguh. Apalagi gue yang setiap 10  meter berhenti trus jalan 10 meter terus lari lagi 10 meter. Haha..


Selesai perlombaan, hari masih terlalu pagi buat kita pulang. Akhirnya kita pun sepakat buat ke TIM dan berencana mengunjungi planetarium. Tapi malang tak dapat ditolak, untung harus diraih, Planetarium tutup. Jreng!


Jadilah kami, pasukan orange bemuka lusuh, duduk-duduk di depan TIM sambil ngomongin enaknya kemana. Setelah beberapa waktu memeras otak, salah satu gerombolan orange, Titian atau biasa dipanggil The Rock (soalnya mata nya sebelah agak turun gitu dan pas acara smack down booming pertama kali pas kelas 6 sd jadilah dia dimirip-miripin sama si bintang utama nya,The Rock yang kalo beraksi suka naik-naikin alis dan matanya jadi turun sebelah, ya persis kayak si Titian itu) ngusulin buat mampir ke rumah omanya di deket situ. Semua setuju karena udah pada ga tau lagi mau kemana.


Perjalanan pun dilanjutkan. Kirain rumah omanya si the rock ini deket banget soalnya si the rock bilang jalan kaki aja. Ga taunya setelah harus jalan-lari 10 km kita musti jalan lagi sekitar 3 km. baguusss..


Sampe sana orang-orang udah pada tepar dan untung aja dikasih makan sama omanya si the rock itu. Ternyata usut punya usut si the rock ini keturunan belanda. Emang sih dari dulu kita udah tau karena nama belakangnya aja Voorneman. menurut pengakuannya itu nama keluarganya. Kita percaya tapi kita ga begitu yakin juga. Jangan-jangan si the rock ini generasi ke berapa puluh dari seorang kumpeni yang kawin sama cewek pribumi waktu tahun 40-an dulu. Atau jangan-jangan keluarga Voorneman mengadopsi seorang anak dari panti asuhan mana gitu. Soalnya diliat dari keadaan fisiknya (maap ya rock!) sangat tidak menggambarkan. Dia ceking, agak dekil, matanya turun satu. Tapi emang sih idungnya mancung trus kalo difoto pake efek item putih dia keliatan agak indo dan fotogenic gitu.


Well, tenyata oma dan tante-tantenya si the rock ini beneran bule kayak kumpeni. Kita bahkan ngeliat poto kakek dan buyutnya yang emang bule abis. Barulah saat itu kita percaya 100%.


Duh, jadi babbling about si the rock!


Yah, pokoknya pengalaman kita waktu itu membuka cakrawala berpikir kita (cailaahh!) buat ngembangin acara jalan-jalan door to door kita. Kenapa kita ga jalan-jalan berpetualang mengelilingi Jakarta dan ngunjungin tempat yang asik-asik. Mulailah saat itu ‘Geng Touring beraksi’.


Kenapa Touring?karena seringnya kita jalan-jalan pake motor persis kayak orang-orang yang suka touring ke luar kota rame-rame pake motor. Bedanya ya kita di sini-sini aja.


Udah banyak tempat yang kita kunjungin mulai dari tempat-tempat yang biasa kita kunjungin waktu study tour SD dulu kayak museum-museum. Museum Fatahillah, Wayang, Arsip Nasional, Bank Mandiri sampe Lubang Buaya. Taman Mini, Dufan, pantai Ancol, Planetarium juga ga luput dari sasaran.

Bahkan kegiatan kita ini didukung sama guru sejarah kita, pak Didi namanya. Beliau bahkan yang merekomendasikan museum arsip nasional buat dikunjungi. Dia juga kagum loh karena ga banyak anak-anak muda kayak kita yang masih mau ngunjungin museum-museum.


Padahal pak Didi ga tau aja kalo kita ga punya kerjaan dan ga punya dana kalo jalan ke mal. Ke museum kan enak masuknya Cuma seribu-dua ribu. Dapat ilmu lagi. Pernah juga kita nonton
pilm G/30S PKI di TIM yang masuknya gratisan. Lumayan laahh..







( Ini foto waktu di Museum Bank Indonesia..with Fany and Wafa. Sayang, dokumentasi yang lama-lama waktu SMA ga ada di gue.)
















Setelah sekian lama, kami pun menamakan gang kami dengan nama 'The Asterisk'. Keren kan? padahal kepanjangannya ngasal banget. The Association of Touring with Friendship and Knowledge. Apaa cobaa?? yang penting kedengarannya enak lah.


Banyak banget pengalaman dan kenangan super gila dan aneh yang udah kita dapetin selama toring-touring itu. Hehe.. jadi kangen nih sama touring. Kapan kita touring lagi guys?? Hehehehe…