Thursday, 31 January 2013

Farid Hardja


Aku merindukan seseorang yang aku jumpai sosoknya setiap hari.

Rasa rindu yang aneh yang senang datang menyergap raga, menyedot segala asa dari sukma dan melumutkan logika yang seharusnya ada.

Aku merindukan sosok yang kadang berada begitu dekat denganku, namun seringnya terasa jauh. Konsep tentang jarak terasa kian abstrak maknanya untukku. Mengalahkan abstraknya imajinasi-ku yang ujungnya masih tetap dia.


Ya, aku rindu dia.


Ada salam dari Farid Hardja,






















Oh… aku rindu…
Katakan padanya aku rindu
Oh burung nyanyikanlah
Katanya padanya aku rindu
Aku rindu...



Salam rindu,




ps: Maaf jika postingan kali ini terlalu cheesy. Everybody loves cheese, right? :)

Saturday, 12 January 2013

Stop This Train


Jadi ceritanya sudah kurang lebih 6 bulan ini saya pergi dan pulang kantor menggunakan jasa transportasi umum yang satu ini. Tapi kali ini saya bukan mau menilai kelebihan atau kekurangan kereta api sebagai transportasi massal, nope. Kali ini saya mau mencoba mengambil filosofi dari cara kerja si baja berasap ini.


Stop this train, I want to get off and go home again
I can’t take the speed it’s moving in
I know I can’t
But honestly, won’t someone stop this train?


Sepenggal lirik lagu John Mayer yang punya judul Stop This Train ini buat saya maknanya tidak sesederhana pemilihan kata-katanya.

Hidup ini ibarat kereta yang akan terus berjalan tanpa bisa dihentikan semau kita. Mau ngga mau, enak ngga enak sebuah kehidupan, semua harus terus berjalan. Life goes on, begitu kata entah siapa di luar sana.

Seorang sahabat pernah curhat. Dia merasa agak lumayan takut dengan kehidupan after college. Akan jadi apa dia? Akan kerja apa? Apakah dengan lulus kuliah dan bekerja otomatis kita sudah memasuki fase orang dewasa dan tidak akan kembali? Masih bisakah dia fool around seperti masa muda sekarang?

Jawaban saya waktu itu pendek saja dan agak dangkal sepertinya dengan kata-kata andalan seperti “let it flow”, “time will answer” bla bla bla all those clichés lah. But here’s the deal…

Hidup ini cepat, sama seperti kereta api yang sedang melaju cepat. Selama dia berjalan di rel yang benar maka kereta akan baik-baik saja kan? Selama kita naik kereta yang sesuai, kereta itu tidak akan berhenti sebelum sampai di tujuan yang kita mau. Mungkin beberapa kali bisa saja kita naik kereta yang salah dan nyasar, tapi pun sesegera mungkin seharusnya kita sadar dan berganti ke kereta yang benar dan menuju ke arah yang benar.


He said turn 68, you'll renegotiate
“Don't stop this train
Don't for a minute change the place you're in
Don't think I couldn't ever understand
I tried my hand
John, honestly we'll never stop this train”



Seburuk-buruknya hidup, pada usia atau fase tertentu akhirnya manusia akan menerima nasib dan jalan hidupnya. Renegotiate kalau kata John Mayer. Renegotiate dengan kehidupan. Renegotiate dengan orang-orang di sekeliling kita. Renegotiate dengan lingkungan. Renegotiate dengan segalanya.
Sekali lagi, honestly, we’ll never stop this train…

J