Thursday, 21 February 2013

He Loves Me.. He Loves Me Not..


A friend: "If Someone decided to love you, he'd do whatever it takes to be with you. If he decided not to, well, it'd be his loss. Still you should respect it for he might has his very own logically fuckin reasons. It's all that matters for now."




Jakarta, 
February 21st, 2013





Tuesday, 5 February 2013

Gestalt Theory

Teori Gestalt dikenal juga dengan nama Gestalt Psychology. Teori ini sangat menarik dan, tanpa saya sadari sebelumnya, terjadi di sekitar kita setiap waktu.
 
Secara harafiah, Gestalt yang berasal dari bahasa Jerman berarti "essence or shape of an entity's complete form". Terjemahan bebasnya kurang lebih adalah esensi atau bentuk dari suatu objek dilihat dari keseluruhannya. 

Konsep Gestalt pertama kali dicetuskan oleh filsuf dan psikolog kontemporer bernama Christian von Ehrenfels. Teori-teori dari David Hume, Johann Wolfgang von Goethe, Immanuel Kant, David Hartley, dan Ernst Mach dipercaya mengawali ide dasar konsep Gestalt itu sendiri. 

Pernah dengar ungkapan “The whole being greater than the sum of its parts” ? Kira-kira seperti itulah poin utama teori Gestalt ini. Teori ini menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan. Itulah selanjutnya pemikiran yang disumbangkan oleh Max Wertheimer. Lebih spesifik lagi, menurut Wertheimer, “Gestalt” sebagai the whole form itu sendiri secara perseptual merupakan yang utama dan akan menjelaskan bagian-bagian yang membangunnya, bukan malah sebaliknya.

“A painting is more than the sum of its parts,' he would tell me, and then go on to explain how the cow by itself is just a cow, and the meadow by itself is just grass and flowers, and the sun peeking through the trees is just a beam of light, but put them all together and you've got magic.” – dari novel Flipped (2010)

Pada prinsipnya, teori ini menekankan agar mata manusia dapat melihat sebuah objek secara keseluruhan sebelum mempersepsikan objek tersebut hanya berdasarkan beberapa bagiannya. Dalam bidang psikologi, Gestalt mencoba untuk memahami hukum dari kemampuan manusia untuk meraih dan mempertahankan persepsi yang stabil di dunia yang penuh ketidakpastian ini. Psikologi Gestalt juga melihat pikiran dan kepribadian manusia sebagai suatu kesatuan. 

Belakangan juga dikenal dengan adanya Gestalt Effect, yaitu kemampuan indera manusia untuk menghasilkan bentuk tertentu. Terutama kemampuan yang dibarengi dengan kemampuan visual manusia untuk mengenali bentuk keseluruhan sebuah benda, daripada hanya melihat ke sekumpulan garis-garis dan kurva-kurva sederhana. 

Berangkat dari sini, saya mau sedikit membicarakan hal yang lebih menarik (dan lebih tidak berbelit-belit tentunya), yaitu Gestalt Pictures.

Gambar Gestalt memiliki ciri unik yang membentuk satu kesatuan, namun untuk menemukan ciri unik tersebut dibutuhkan observasi yang mendalam bahkan ekstrim. Prinsip Gestalt terkadang digunakan dalam desain sehingga menghasilkan sebuah desain yang unik dan seringnya malah membingungkan.
Ambilah contoh lukisan Monalisa yang legendaris, buah karya Leonardo da Vinci. Da Vinci menggunakan prinsip Gestalt saat melukis Monalisa. Lukisan ini kerap membingungkan karena jika dilihat dari satu sisi terlihat seperti wanita yang sedang bersedih, namun jika dilihat dari sisi sebaliknya terlihat si wanita sedang tersenyum. 

 The mysterious Monalisa



Simak gambar-gambar Gestalt lain yang sungguh sangat menarik.

 Woman in vanity... or skull?






 The Four People


 Nenek tua atau gadis cantik?


“Gambar Gestalt adalah gambar beranak gambar, dan yang paling umum adalah gambar Gestalt nenek tua dan gadis cantik. Kedua citra itu hadir sekaligus, dan merupakan satu gambar, tapi kamu tidak bisa melihat keduanya secara bersamaan. Kamu harus memilih satu antara dua sudut pandang untuk menentukan apakah itu nenek tua atau gadis cantik. Setiap kamu melihat gambar Gestalt, kamu harus memilih.” – Cuplikan dari novel Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh.

Menarik bagaimana akhirnya ada dua kesimpulan yang bisa ditarik dari teori Gestalt ini, walaupun sebenarnya dua kesimpulan tersebut menjadi sedikit kontradiktif dari kaca mata saya.

Pertama, sudah jelas, the whole being greater than just the sum of its parts. Anda akan takjub akan apa yang bisa anda temukan secara keseluruhan dari suatu objek, tidak hanya melihat dari bagian-bagian tertentu saja.

Kedua, setelah melihat sebuah objek secara keseluruhan dan menemukan bagian-bagian yang membentuknya, manusia dapat memilih bagian mana yang ingin mereka lihat. Istilahnya, you see what you want to see. Semua kembali kepada pilihan anda. Your choice matters.




xoxo,