We're all travelling
through time together
every day of our lives.
All we can do is do our best
to relish this remarkable ride.
[About Time - 2013]
Hell, Richard Curtis did it again!
The king of rom-coms director is back. Buat yang suka sama film rom-com (Me? LOVIN IT!) pasti sudah sangat familiar dengan karya-karya si kakek romantis ini. Love Actually, Notting Hill, Bridget Jones Diaries, Four Funerals and Weddings? You've gotta be kidding me if you don't recognize him from those movies.
Kali ini mata saya langsung jatuh cinta oleh pemandangan apik nan romantis Vault beach, Inggris sebagai salah satu setting di film ini. Alkisah, keluarga Lake tinggal di rumah di tepi pantai di mana mereka hidup dengan sangat nyaman, damai dan harmonis. Everything looks perfect (way till the end, in fact. Ooops spoiler alert!)
Tiba-tiba, di hari ulang tahunnya yang ke-21, Tim (Domhnall Gleeson) si sulung mendapat kejutan dari sang ayah. Bukan sulap bukan sihir, semua lelaki di keluarga Lake ternyata punya kemampuan untuk travel back in time alias jalan-jalan ke masa lalu.
Sounds familiar? sampai sini saya mulai berpikir, jangan-jangan film ini semacam jiplakan dari "The Time Traveler's Wife" yang mengusung tema science dan romance jadi satu. Kebetulan juga both of the movies have the same heroine, Ms. Rachel McAdams herself. Tapi dari awal film ini tidak ada kesan serius sama sekali, atau mungkin karena efek si kakek eksentrik Bill Nighy yang jadi Mr. Lake senior ya?
Lanjut cerita, Tim lantas menganggap ayahnya sudah gila. Namun, karena didesak, ia akhirnya mencoba apa yang diinstruksikan ayahnya agar bisa jalan-jalan ke masa lalu. Dan yaa benar aja loh, si Tim balik ke malam sebelumnya saat ada pesta tahun baru di rumahnya.
Tim yang shock mulai bertanya-tanya untuk apa sebenarnya kemampuan itu. Sang ayah dengan bijak dan sedikit konyol mengingatkan Tim untuk senantiasa hati-hati dengan gift nya tersebut. Banyak lelaki di keluarga besarnya yang hidupnya berantakan atau bahkan kewarasannya terganggu akibat serampangan jalan-jalan ke masa lalu. Dasar Tim yang memang aslinya lugu dan sedikit naif, dia bilang ke ayahnya kalau dia hanya ingin menggunakan kekuatannya untuk mencari cinta. Cheesy? Hmmm, super!
His first try adalah mencoba merubah keadaan di masa lalu agar cinta pertama-nya mau menerima cintanya. Sayang, bahkan merubah masa lalu pun tidak bisa membuat seseorang lantas jatuh cinta kepadamu. Mungkin itu pesan pertama yang saya tangkap di film ini.
Singkatnya, Tim pindah ke London untuk mengejar karir sebagai pengacara muda. Seperti yang sudah bisa diduga, there he found love and he messed it up by helping a friend in need, same old.. same old...
Adalah seseorang yang lugu, manis, agak quirky bernama Mary (Rachel McAdams) yang menjadi wanita idaman Tim kali ini. Dari pertemuan pertamanya yang manis, sampai proses Tim menemukan kembali Mary karena keteledorannya yang membuat Mary sempat tidak eksis di kehidupannya, manjadi krisis pertama dari Tim's time-travelling experience.
The rest of the movies, mata saya seperti digelayuti mimpi tak berkesudahan tentang manisnya pasangan Tim dan Mary. Saat mereka memutuskan tinggal bersama, saat Tim melamar Mary, Mary yang diterima dengan sangat baik oleh keluarga Lake, hari pernikahan mereka yang lucu sampai saat putri pertama mereka lahir. Welcome to the love-tale ala Richard Curtis. Pokoknya semua berjalan rapih dan menyenangkan buat Mary dan Tim.
Konflik yang mulai serius ditunjukkan oleh beberapa kejadian yang membuat Tim sadar kalau kemampuan time-travelling nya memiliki keterbatasan. Pada akhirnya Tim harus dihadapkan pada kenyataan bahwa ia pun tidak bisa memilih untuk menyelamatkan ayahnya yang didiagnosa kanker stadium akhir. Karena hidup bukanlah berbalik ke belakang namun terus melangkah ke depan
Jujur film ini jauh sekali dari kata sempurna. Banyak adegan yang janggal dari time-travelling issue nya dan plot yang terlalu dipaksa dipercepat, seperti saat Tim diberitahu masalah kemampuan khususnya. Beberapa karakter yang harusnya menonjol juga malah kecil porsinya. Karakter adik Tim yang hippie-perky-quirky, Kit-kat (Lydia Wilson), kurang diasah lebih dalam padahal sangat berpotensi untuk memunculkan konflik yang lebih menarik.
Alur juga terasa sangat santai. All is about the lovey dovey of love and life. Saya sih lumayan enjoy cause I'm a big lover of this genre, tapi buat sebagian orang mungkin akan terasa jengah dan membosankan.
Namun tetap saja, king Richard Curtis selalu memberikan 'sesuatu' di akhir filmnya. 'Sesuatu' yang membuat kita merenungi hidup pada akhirnya. Hubungan Tim dan sang ayah benar-benar bikin saya nangis dayak. Satu yang pasti, setelah nonton film ini, saya jadi lebih mensyukuri hidup dan tentunya jadi lebih sayang keluarga. Totally recommended movie, over all!
"The truth is, I now don't travel back at all. Not even for the day.
I just try to live every day as if I've deliberately come back to this one day, to enjoy it as if it was the full final day of my extraordinary, ordinary life." - Tim Lake
Director: Richard Curtis
Writer: Richard Curtis
Starring: Domhnall Gleeson, Rachel McAdams, Bill Nighy, Lydia Wilson, Tom Hollander, Margot Robbie, Vanessa Kirby
Release Date: Nov. 1, 2013
xoxo,




