Wednesday, 29 July 2009

Kidung Pengantar Tidur..


Akhir-akhir ini lagu pengantar tidur saya adalah lagu-lagu Musikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono. Jadi, sajak-sajak karya pak Sapardi ada yang sudah digubah dalam nada-nada ritmik nan ciamik oleh Ari Malibu dan Reza Gaudiamo.


Dan sekarang otak saya jadi penuuuhhh sekali dengan kata-kata cantik pak Sapardi ini. I really love this poet!! Bangganya aku punya guru besar seperti Beliau.. hehehe!!



(Ini dia Pak Sapardi Djoko Damono)




This one is my all time Favorite..


HUJAN BULAN JUNI


Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

-=-




Tapi saya jatuh cinta sekali dengan yang satu ini...



ONE DAY LATER


One day later
My body will die
But in the distich of this poem
I wouldn’t acquiesce you alone

One day later
My voice wouldn’t be heard again
Yet among rows of this poem
I will steadfast investigate you

One day later
My vision will be unrecognized again
Yet, in the letter cracks of this poem
I’ll look for you forever

-=-



Tapi yang 'Juara' yaaa tetepp iniii lahhh. I feel so guilty coz I had give this rhymes to my Ex who turns out to be a jerk. he doesn't deserve it at all. 对不起 pak Sapardi...



AKU INGIN


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
Kepada hujan yang menjadikannya tiada

-=-


Oke banget ngga sih?
I Love this man!


XOXO

Monday, 27 July 2009

I Want To Learn Play Guitar..

It's my desire from I don't know when. Since a very long age ago.
I want to play it. I wanna learn how to produce nice melody with it.
But, they said my fingers are too short!!! Back to high school time my friends told me that I had 'Brachydactyly' which is a medical term which literally means "shortness of the fingers and toes" (digits). Yes, they were so damn cruel...


I thought girls with guitar look cool. They look strong somehow.. and bad too (not that 'bad' bad) yet charming..






Take a look at Alanis Morisette. She looks great with her guitar...













And Sheryl Crow! She's one of my favorite singer-song writer and she plays guitar very well.









Or our own Prisa Adinda. This girl has that cover-girl-look face but surprisingly, she is a former guitarist of a rock metal band! How cool is that, fella?? hehe










Aaaaaahhhh!! I'm sooo jealoouussss!! I wanna to learn play guitarrr soooo badddd!!!

Sunday, 26 July 2009

The Asterisk = Geng Touring Ceria

This was from my old blog actually. But I really want to share it here..


Jadi gini, waktu SMA dulu, gue dan temen-temen gue yang ajaib sering pergi-pergi ga jelas. Pertama-tama sih emang cuma anak-anak sekelas gue dan cuma sekedar main ke rumah orang-orang door to door (bukan..bukan SPG atau SPB). Tapi lama-lama anak-anak kelas lain yang sering main sama kita jadi ketularan.


Hal ini pun seperti menjadi kebiasaan. Pernah dalam satu hari kita berkeliling dari satu rumah ke rumah lain. Biasanya sih paling cuma numpang makan,itu juga kalo sang empunya rumah sadar (atau disadarkan) atau sekedar ngecek dalam rumahnya kayak apa,tampang nyak-babenya kayak apa,tampang abang-adek nya kayak apa. Pokoknya dalam benak kita saat itu hal kayak gitu bagus dan itung-itung silaturahmi deh.


Sampai suatu hari kebiasaan kami itu berkembang. Diawali dengan ajakan guru olahraga kita, pak Agus namanya, buat ikut acara lari (in my case: jalan doank) bersama yang rutin tiap tahun pas ulangtahun Jakarta. Yup! it's called 10K. Meaning run for 10 kilos start from Monas muter di Bundaran HI and go back to Monas.




Karena kami adalah para pemuda-pemudi kurang kerjaan dan berpikir kalo acara seperti ini seru juga, kami pun memutuskan mendaftar. Apalagi pak Agus gencar promosi sambil bilang
kalo ikut kita bakal dapat kaos sama duit. Wah, siapa yang ga mau coba. Kenyataannya
setelah daftar kita emang dikasih kaos dan duit. Kaosnya warna orange ngejreng dengan tulisan 10K. Duitnya juga bener dikasih tapi Cuma 13.000. kata pak Agus itu bakal ongkos. Ealaaahhh…


Pas hari h-nya kami pun melaksanakan lomba lari itu dengan sungguh-sungguh. Apalagi gue yang setiap 10  meter berhenti trus jalan 10 meter terus lari lagi 10 meter. Haha..


Selesai perlombaan, hari masih terlalu pagi buat kita pulang. Akhirnya kita pun sepakat buat ke TIM dan berencana mengunjungi planetarium. Tapi malang tak dapat ditolak, untung harus diraih, Planetarium tutup. Jreng!


Jadilah kami, pasukan orange bemuka lusuh, duduk-duduk di depan TIM sambil ngomongin enaknya kemana. Setelah beberapa waktu memeras otak, salah satu gerombolan orange, Titian atau biasa dipanggil The Rock (soalnya mata nya sebelah agak turun gitu dan pas acara smack down booming pertama kali pas kelas 6 sd jadilah dia dimirip-miripin sama si bintang utama nya,The Rock yang kalo beraksi suka naik-naikin alis dan matanya jadi turun sebelah, ya persis kayak si Titian itu) ngusulin buat mampir ke rumah omanya di deket situ. Semua setuju karena udah pada ga tau lagi mau kemana.


Perjalanan pun dilanjutkan. Kirain rumah omanya si the rock ini deket banget soalnya si the rock bilang jalan kaki aja. Ga taunya setelah harus jalan-lari 10 km kita musti jalan lagi sekitar 3 km. baguusss..


Sampe sana orang-orang udah pada tepar dan untung aja dikasih makan sama omanya si the rock itu. Ternyata usut punya usut si the rock ini keturunan belanda. Emang sih dari dulu kita udah tau karena nama belakangnya aja Voorneman. menurut pengakuannya itu nama keluarganya. Kita percaya tapi kita ga begitu yakin juga. Jangan-jangan si the rock ini generasi ke berapa puluh dari seorang kumpeni yang kawin sama cewek pribumi waktu tahun 40-an dulu. Atau jangan-jangan keluarga Voorneman mengadopsi seorang anak dari panti asuhan mana gitu. Soalnya diliat dari keadaan fisiknya (maap ya rock!) sangat tidak menggambarkan. Dia ceking, agak dekil, matanya turun satu. Tapi emang sih idungnya mancung trus kalo difoto pake efek item putih dia keliatan agak indo dan fotogenic gitu.


Well, tenyata oma dan tante-tantenya si the rock ini beneran bule kayak kumpeni. Kita bahkan ngeliat poto kakek dan buyutnya yang emang bule abis. Barulah saat itu kita percaya 100%.


Duh, jadi babbling about si the rock!


Yah, pokoknya pengalaman kita waktu itu membuka cakrawala berpikir kita (cailaahh!) buat ngembangin acara jalan-jalan door to door kita. Kenapa kita ga jalan-jalan berpetualang mengelilingi Jakarta dan ngunjungin tempat yang asik-asik. Mulailah saat itu ‘Geng Touring beraksi’.


Kenapa Touring?karena seringnya kita jalan-jalan pake motor persis kayak orang-orang yang suka touring ke luar kota rame-rame pake motor. Bedanya ya kita di sini-sini aja.


Udah banyak tempat yang kita kunjungin mulai dari tempat-tempat yang biasa kita kunjungin waktu study tour SD dulu kayak museum-museum. Museum Fatahillah, Wayang, Arsip Nasional, Bank Mandiri sampe Lubang Buaya. Taman Mini, Dufan, pantai Ancol, Planetarium juga ga luput dari sasaran.

Bahkan kegiatan kita ini didukung sama guru sejarah kita, pak Didi namanya. Beliau bahkan yang merekomendasikan museum arsip nasional buat dikunjungi. Dia juga kagum loh karena ga banyak anak-anak muda kayak kita yang masih mau ngunjungin museum-museum.


Padahal pak Didi ga tau aja kalo kita ga punya kerjaan dan ga punya dana kalo jalan ke mal. Ke museum kan enak masuknya Cuma seribu-dua ribu. Dapat ilmu lagi. Pernah juga kita nonton
pilm G/30S PKI di TIM yang masuknya gratisan. Lumayan laahh..







( Ini foto waktu di Museum Bank Indonesia..with Fany and Wafa. Sayang, dokumentasi yang lama-lama waktu SMA ga ada di gue.)
















Setelah sekian lama, kami pun menamakan gang kami dengan nama 'The Asterisk'. Keren kan? padahal kepanjangannya ngasal banget. The Association of Touring with Friendship and Knowledge. Apaa cobaa?? yang penting kedengarannya enak lah.


Banyak banget pengalaman dan kenangan super gila dan aneh yang udah kita dapetin selama toring-touring itu. Hehe.. jadi kangen nih sama touring. Kapan kita touring lagi guys?? Hehehehe…

Thursday, 23 July 2009

The Plus and Minus of Harry Potter and the Half Blood Prince

Yeah..

It’s been a week since my last write and ‘till now I haven’t got any fresh and brilliant idea to write.. I had this sort of idea crisis!

So, I decided to review this all people favorite movie. My favorite too, actually..

Harry Potter and the Half Blood Prince!!

Dengan durasi sekitar dua setengah jam film ini mampu menyihir miliaran pasang mata di seluruh dunia. Sebagian orang merespon positif dengan mendefinisikan film ini sebagai, “kereeenn”, “amazing movie”, “it’s Rock”, dan lain sebagainya.

Tapi ada juga yang merespon jelek. Alasan umum sih karena mereka merasa kecewa lantaran apa yang di imajinasikan selama ini sewaktu membaca novel sama sekali bertolak belakang dengan visualisasi di film.

Malah ada loh temen saya yang sama sekali ngga ada niatan nonton karena udah merasa terlalu kecewa dengan film-film Harry Potter yang terdahulu.

It’s not fair after all. Seperti kata Hanung Bramantyo, film ya film dan buku ya buku. Bahkan sutradara yang paling handal sekali pun ngga akan bisa menuangkan isi buku ke dalam sebuah film secara sempurna. Mendekati sempurna pun ngga akan bisa.

Saya sendiri sebagai pencinta buku Harry Potter (more than its movies) merasakan sedikit kecewa di sana-sini tapi over all mata saya benar-benar dimanjakan dengan special effect yang keren dan casts nya yang sangat sedap dipandang mata. Hehe. Saya mah berusaha positif aja dan melihat dari sisi yang berbeda. Makanya, ini dia saya bikin list plus-minus nya. Here we go…..



The Plus'

  • Visual effects di awal film benar-benar keren, menurut saya. Scene jembatan runtuh nya cool! The death Eaters nya juga benar-benar ngasih efek terror yang oke.
  • Acting 3 pemeran utamanya sebagai Harry, Hermione, dan Ron semakin matang dan terlihat semakin natural sebagai sahabat.
  • Lagi-lagi, special effect yang keren waktu Harry dan Dumbledore di Black Lake. Ooohh, dan waktu Dumbledore ngeluarin api buat ngusir mayat-mayat. Walaupun itu ngga ada di buku sih.
  • A lot more funny dialogue. Bukan cuma lucu tapi cerdas! Walaupun, lagi-lagi, ngga ada di buku. Kayak waktu di perpustakaan Hermione bilang ke Harry, “they’re interesting on you because they’re think you’re the chosen one” yang dijawab sama Harry, “But I am the chosen one” dan Harry sukses dapat geplakan buku di kepalanya karena omongannya yang nyeleneh itu.
  • Scene pertandingan Quidditch pertama Ron lucu banget. Rupert Grint emang lucu sih! Gayanya itu loohhh, ngocok perut banget! And that Quidditch game was awesome!
  • Rupert Grint lagi waktu scene dia kena Love Potion. Gebleg banget!
  • Bonnie Wright was fulfilling my expectation of Ginny Weasley.
  • Scene Harry setelah minum Felix Felicis juga oke. Ternyata Daniel Radcliffe bisa juga berekspresi najong gitu pas Aragog mati. hehehe

The Minus’

  • Lavender Brown-nya Lebay abis. Trus, where’s Parvati Patil? Doesn’t she known as Lavender’s BFF in Gryffindor?
  • Where’s the moment of Gryffindor win the Quidditch cup?? And Ginny and Harry should’ve been kissed after Quiddith final game. They shouldn’t have been kissed in requirement room!
  • Where’s the battle between death eaters and Order of phoenix in the end? Harusnya itu kan klimaks nya! Dan harusnya itu ada! Masa cuma death eaters nya doank yang ngerusak kastil!
  • Where’s the Dumbledore’s funeral?? Pemakaman Dumbledore harusnya ada karena itulah momen Harry merasa sangat sedih dan jadi terobsesi menyelesaikan tugas mencari Horcrux. Di saat itu juga dia terpaksa harus mutusin Ginny.
  • Where are Fleur DeLacour and Bill Weasley?? Harusnya mereka ada karena mereka kan tunangan di sini dan ada beberapa intrik yang lucu antara Fleur dan Mrs. Weasley. Selain itu harus diceritain tentang Bill yang diserang Greyback sehingga jadi cacat kan?


Pihak Warner Bros sebagai produser Harry Potter berjanji akan lebih maksimal dengan lebih banyak memasukkan adegan di buku ke dalam film. That’s why, Harry Potter and the Deathly Hallows will be made into 2 movies! And the last battle will be fantastic, as they promise. The first movie will be released in November 2010 and the second one will be on around March 2011. Yeeaaayyyyy!!

Thursday, 16 July 2009

I Want to be Hermione Granger

first, I've got to inform this..

I woke up late this morning, 09.30 and got shocked of the news. Again, there was an explosion in two 5- star hotels in Jakarta. Ritz Carlton and JW Marriott Hotel in Kuningan became terrorist target and it was the second time for JW Marriott hotel!
So far (in the mean time I write this) 6 people died and more than 10 people injured. Some are foreigners.

It’s truly heart breaking news for us. In the last few years we've been living in a quite peace time and suddenly that kind of thing happened again. And the worst is that exactly one day before Manchester United was suppose to play here! It’s very very bad! Would they keep come and play? What is the world gonna say?

*sigh*

let’s just hope things would get better.

now, off to my main topic..

Completing my Harry Potter fever (usually comes after the movie has released) with so much pleasure i'm writing this one..

Since I read Harry potter and the Sorcerer’s Stone when I was in 5th grade, I have always mesmerized by this girl,
Hermione Granger.

(with Ron Weasley)


She’s such an independent girl, brave, extremely clever. She’s arrogant and selfish but in the coolest way I’ve ever imagined. She never afraid of what people say about her and keeps doing what she believes (and fortunately, it never goes wrong). Her ability to analyze problems is amazing, and with no rush she eventually can solve it.

She isn’t very pretty (I talk about the one in the book; Emma Watson is way too pretty) but always confident with herself (except when her teeth became weirdly long in vol.6). She plays along with the boys without losing her femininity.

She comes from a Muggle family and has to survive among the so-called Mud-bloods and she's doing well. She proves to everyone that a Muggle-born could be as great as a pure blood, even greater. She started from zero and turns up into a hero!

She’s kind of a girl who used to obey all the rules but finally realized that she’s having fun breaking the rules. (That’s why she rocks!)

If it weren’t for Hermione, Harry maybe would never reach the 7th grade in Hogwarts. Hahahaha. Harry could be the main actor in the whole story but Hermione plays a huge role as well (without forgetting about Ron, off course).

Shortly, Hermione Granger is my childhood heroine. Heck, she's my ultimate heroine even now!



xoxo,


Sunday, 12 July 2009

L.I.F.E.

A good friend of mine asked me what exactly the purpose of life is.
Saya jawab sekenanya saya ( biasanya ngasal ).

Hidup itu untuk Berarti dan Memberi

Merujuk pada kata-kata saya tersebut bisa dibilang hidup saya belum mencapai tujuan sama sekali.
At all!!

First thing first,
Saya belum berarti banyak untuk diri saya sendiri, keluarga, teman-teman, bangsa dan Negara, apalagi dunia!
Yeah, I’m insanely (almost) useless..HAHA
At my 20, I’m absolutely nothing.

Keeksistensian diri saya hanya dilihat dari statistic populasi Negara, dunia, atau sensus penduduk.

Atau berdasarkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) saja.

If I could only live for 50 years old, just like Micheal Jackson did, that means I only have 30 years to go and I already wasted 20 years.

Second,
Saya ngga tau (atau ngga ingat) apa yang sudah saya berikan buat sekeliling saya. Dalam skala besar jelas saya belum berkontribusi.

Saya ngga menang kontes robot dunia ( I don’t even know how to make a robot! ), saya ngga menulis sebuah buku, saya ngga main film atau ciptain lagu, saya ngga bisa nari saman atau tari-tari lainnya (in fact, I cannot dance at all!), dan another great achievement or talent.

Sedih ga sihh??
I’m so sad because I know I’m surrounded by so many gifted and talented people but I’m not one of them.

Now I realize I’ve got to do something! I have to start dig in to whatever it is inside me.
Whatever it is..

But, until then, saya pikir-pikir dulu deh enaknya ngapain…
Bwahahaha!!

XOXO

Monday, 6 July 2009

Tips Ketawa..

Jadi, ceritanya gue seneng banget sama yg namanya majalah gratisan! Majalah yg biasanya suka dibagiin di sekolah-sekolah gitu sama yg suka ada di distro-distro gaul.

Kenapa?

Karena, menurut gue nih ya, biar namanya gratisan, isinya lumayan banget lohh. Favorit gue tetep Provoke besutannya Sesa Nasution lah. rubrik-rubriknya lucu-lucu, nyeleneh, kadang-kadang suka absurd dan aneh sih, tapi kebanyakan menghiburlah…

Nah, abis dari Bandung kemaren dan melakukan ritual Tour de Distro, gue menemukan sebuah tabloid gratisan yg namanya unkl chronicles. Dari sekian banyak distro cuma itu yg gue temuin. Padahal gue berharap panen majalah gratisan!

Oke, tampilan tabloid unkl. chronicles ini standar banget sih. Item putih gitu kayak koran. Mana tulisannya imut-imut banget…bener-bener ga didesain buat orang yg matanya minus kayak gue ini.

Tapi ternyata kontennya surprisingly lucu dan unique! Lumayan lah buat bacaan ringan. Lumayan lah buat ngurangin addict gue sama film-film Korea.

Ada tulisan menarik yg pengen gue share disini..lucu lohh!


TIPS KETAWA


laugh and dance Pictures, Images and Photos

• Anda ingin ketawa kencang? Bawalah kendaraan dengan kecepatan tinggi sambil ketawa.
• Anda ingin ketawa lepas? Sebaiknya Anda dipenjara, diikat, atau dikurung dulu, setelah itu Anda dilepas dan ketawalah.
• Anda ingin ketawa cekikikan? Minta dua teman Anda membantu. Satu orang menggelitik perut Anda dan satu lagi mencekik Anda.
• Anda ingin ketawa lantang? Tertawalah bersama Herman Lantang (temannya Soe Hok Gie).
• Anda ingin ketawa terkekeh-kekeh? Ketawalah bersama Kekeh Tumbuan.
• Anda ingin ketawa terbahak tanpa sakit perut? Ketawalah pakai mulut, jangan pakai perut.


Lucu kan??lucu kann??
Garing??
Ya maaph dehh.. namanya juga usaha..hehe


(FYI, tulisan ini ditulis oleh Harlan Boer selaku PemRed tabloid unkl. chronicles ini sendiri. Tulisan ini merupakan bagian dari artikel yang berjudul “Ibu Pertiwi Ketawa-Ketiwi”).